riau24 Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan Pelabuhan Dorak,  Sekdakab Meranti 'Iqaruddin' Diperiksa  | Berita Riau
Senin, 11 Desember 2017

Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan Pelabuhan Dorak,  Sekdakab Meranti 'Iqaruddin' Diperiksa 

0
Iqaruddin
Berita Riau -  Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan Pelabuhan Dorak,  Sekdakab Meranti 'Iqaruddin' Diperiksa 
 
Pekanbaru, Riau24.com - Terkait dugaan korupsi pengadaan lahan untuk dibangun Pelabuhan Dorak di Kabupaten Meranti. Kondisi itu, berdampak pada pemanggilannya Sekdakab Meranti Iqaruddin oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau.
 
Kepala Seksi (Kasi) Penkum, dan Humas Kejati Riau, Muhkzan saat dihubungi media ini, mengatakan, benar ada pemanggilan terhadap Iqaruddin ini berkaitan pengadaan lahan pembangunanya pelabuhan Dorak. Tetapi kehadiran Iqaruddin ini diminta keteranganya sebatas sebagai saksi.
 
"Benar, ada Kejati Riau ini melalui Tim Pidana Khusus (Pidsus) yang melakukan pemanggilan terhadap Sekdakab Meranti Iqaruddin. Dan ini sebatas dimintai keteranganya, terkait pengadaan kawasan lahan
pembangunan Pelabuhan Dorak, di Meranti. Hasil belum tahu kita," ujar Muhkzan.
 
Diketahui, baru-baru ini pihaknya Tim Pidsus Kejati Riau memanggil Sekdakab Meranti Iqaruddin yang terkait penyidikan dugaan korupsi pada pengadaan lahan kawasan pembangunan Pelabuhan Dorak. Pemanggilanyan ini, Kamis (28/1) di Pekanbaru. Pemeriksaan yaitu ada tujuh jam.
 
Pemeriksaanya dipimpin langsung Jaksa Penyidik, Zulkifli. Dalam hal pemanggilan tersebut menjadi kali pertama dilakukanya, sejak kasus itu naik status ke penyidikan. Dan pihak pertama yang dimintai akan keterangan yaitu Iqaruddin selaku Sekdakab Meranti. Pemeriksaan dilaksana tertutup.
 
Sementara itu, Koordinator Jaksa Penyidik, Rohim ada menjelaskan bahwa kedatangan dari Iqaruddin adalah sebagai saksi. Merupakan yang pertama dilakukanya Kejati Riau dalam proses penyidikan ini. Diketika itu, Iqaruddin menjabat sebagai asisten, dan jadi panitia pengadaan lahan.
 
"Bahwa, bukannya tidak mungkin Iqaruddin akan dipanggil kembali, untuk diminta keterangan lanjutan dalam statusnya ini sebagai saksi
pengadaan lahan. Kalau kita perlu tambahan keteranganya. Maka ini akan kita panggil kembali. Namun Itu tergantung nanti, ini dipelajari dahulu,'' tukasnya.
 
Perlu diketahui, penyidik didalam kasus menaikkan status perkara tersebut ke penyidikan, berdasar dari SK Kajati Riau, PRIN-02/N.4/F.d.1/01/2016, tanggal 22 Januari 2016. Kuat dugaan pihak penyidik sudah menemukan unsur dugaan pelanggaran pidana, terjadi mark up harga tanah.
 
R24/rul
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru