riau24 Harga Getah Karet Tak Kunjung Naik, Warga Rohul Mencoba Ternak Semut Jepang | Berita Riau
Senin, 18 Desember 2017

Harga Getah Karet Tak Kunjung Naik, Warga Rohul Mencoba Ternak Semut Jepang

0
Semut Jepang (Int)
Berita Riau -  Harga Getah Karet Tak Kunjung Naik, Warga Rohul Mencoba Ternak Semut Jepang

Rohul, Riau24.com - Ekonomi yang serba Sulit, akibat lemahnya turunnya harga Komiditi Karet dan Sawit, membuat sejumlah warga Rohul harus mencari alternatif untuk meningkatkan perekonomian keluarga.

Basir satu diantara warga Rambah muda, Kecamatan Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), yang dalam kesehariannya, merupakan petani Karet. Dirinya memilih untuk, membudidayakan Semut Jepang atau Kumbang Mekah, untuk meningkatkan perekonomian keluarganya.

Basir memi‎lih untuk mencoba beternak semut jepang, dengan alasan dalam perawatan lebih mudah dan cepat berkembang biak dibandingkan dengan beternak hewan lainya, yang memerlukan waktu yang sangat lama.

Budidaya Semut jepang ini, diakuinya baru digelutinya sekira tiga bulan belakangan, akibat harga komuditi karet tak kunjung naik. Untuk itulah dirinya berinisiatif, mencoba menernakan Semut jepang.

Basir menjelaskan, awalnya ia membeli bibit sekitar 50 ekor dari pedagang yang menjual semut jepang, dengan harga Rp.1000/ ekornya. ‎Bermodalkan pendidikan di dunia maya dan mencoba bertanya-tanya kepada orang yang lebih dahulu beternak Semut jepang. Akhirnya Basir memutuskan untuk mencoba bisnis barunya.

"Yah mas, dari pada meratapi nasib, dengan harga karet yang tak kunjung naik. Lebih baik kita mencari jalan keluar dengan mencoba berbagai bisnis, supaya dapur bisa berasap," katanya, Minggu (31/1/2016).

Ia menjelaskan, dari bibir yang dibelinya sekitar 50 ekor, dalam waktu sekira dua bu‎lan. Semut jepang yang dimilikinya menjadi sekira 1000 ekor. Dan dirinya mengakui dalam sehari bisa menjual sekitar 30 ekor hingga 50 ekor tiap harinya.

Untuk harga jual, dirinya mematok sama dengan harga dirinya membeli pada pedagang sebelumnya, yakni Rp1000/ekor‎nya.

"Alhamdulilah mas, paling tidak hasilnya bisa membeli beras dan tambahan uang belanja istri untuk membeli keperluan keluarga," ucapnya sambil tersenyum.

Ditempat berbeda namun masih satu desa, Yuni, yang juga mencoba menternak Semut Jepang mengaku, penghasilanya bertambah walaupun belum tidak seperti hasil perkebunan karet. Walaupun begitu, untuk makan sehari-hari bisa menjadi tambahan.

"Memang mas, kalau berharap dari karet saja sudah sulit. Makanya saya mencoba semut jepang ini, ya hitung-hitung bisa beli beras lah. Untuk makan sehari hari," tuturnya.

Yuni mengakui, bahwa dirinya masih pemula dalam beternak semut jepang. Dari bibit sekitar 20 ekor, saat ini dirinya sudah memiliki sekitar 500 ekor dalam jangka waktu dua bulan.

Saat ditanya kapan panennnya, dirinya menjawab, untuk panen bisa setiap hari. Pasalnya, semut jepang sendiri setiap harinya bertelur dan tumbuh besar.

‎Untuk pakannya sendiri tidaklah sulit, dirinya hanya memberikan Ragi tape yang dijual dimana-mana. Serta wadah atau tempat berkembangbiaknya juga tidaklah membutuhkan tempat yang luas.

Yuni juga mejelaskan, bahwa khasiat dari semut jepang sendri dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit, mulai dari, kolesterol, darah tinggi, asam urat, diabetes, dan lain-lainya.

"Kalau lebih lengkapnya lagi mas, bisa dicari di internet tentang khasiat dari semut jepang," tuturnya.

Baik, Basir dan Yuni, berharap kepada pemerintah daerah untuk bisa memberikan pelatihan kepada masyarakat untuk mencoba berbisnis. Terlebih pemerintah juga harus membantu masyarakat dalam proses pemasarannya hingga ke luar kota, sehingga penghasilannya pun bisa bertambah.

R24/red/ags

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru