riau24 Noviwaldy Kecam Oknum Guru SMA 3 Mandau, Lakukan Pungli dengan Dalih Talangi Kebakaran | Berita Riau
Jumat, 09 Desember 2016

Noviwaldy Kecam Oknum Guru SMA 3 Mandau, Lakukan Pungli dengan Dalih Talangi Kebakaran

0
Berita Riau -  Noviwaldy Kecam Oknum Guru SMA 3 Mandau, Lakukan Pungli dengan Dalih Talangi Kebakaran
Pekanbaru, Riau24.com -  Pasca terbakar SMA 3 Duri, Kecamatan Mandau banyak siswa mengeluh akan kondisi kelas yang ada saat ini. Bahkan, ada dugaan adanya pungutan yang dilakukan oknum sejumlah guru diketika menerima rapor, telah melakukan pungutan liar (Pungli).
 
Pungli ala oknum guru SMA 3 ini, dengan mengatasnamakan dana itu untuk perbaikan sekolah yang terbakar dibulan Desember 2015 lalu. Sehingganya, kondisi ini jadi keluhan wali murid. Untuk hal itu, menjadi perhatian serius daripada tokoh masyarakat Duri, berada di Kota Pekanbaru ini menyikapi hal demikian.
 
Seperti ini diungkapkan Noviwaldy Jusman kepada wartawan. Sebut dia, sangat disesalkan tindakanya oknum guru berada di SMA 3 Duri yang melakukan pungli. "Tentu ini, sangat disesalkan adanya oknum guru SMA 3 Duri yang melakukan pungutannya terhadap wali murid, yang dalih bantuanya kebakaran," terangnya.
 
Wakil Ketua DPRD Riau ini sebut, pungutan ini harusnya tidak perlu terjadi, karena urusan pendidikan ini merupa tanggungjawab negara sepenuhnya. Makanya, jelas tidak pantas diminta sejumlah dana ke wali murid. Dan yang dilakukanya para oknum guru itu, sangat jelas merupakan suatu tindakan dinilai yang illegal. 
 
"Pungutan pada wali murid, suatu tindakan illegal. Pungutan apapun yang mau dipungut ke wali murid, itu tidak dibenarkan sesuai aturan yang berlaku. Bupati, saya minta harus tegas kepada oknum guru demikian. Dan sangat disesalkan dengan kepala daerah yang tidak melakukan aksi segera mungkin," ungkapnya.
 
Pria kelahiran seberang Pipa Duri ini, mengatakan, sebetulnya pada masalah ini semestinya tindakkan tegas kepala daerah meneggakan aturan. Karena sebetulnya kepala daerah tidak perlu ragu meajukan permohonan. Apalagi ini berkaitan keadaan mendesak, bencana dan darurat. Semua itu dapat diajukan melalui APBD.
 
Politisi Demokrat inipun tegaskan, karena masalah pendidikan telah diatur dalam aturanya pemerintah di daerah ini. Karena urusan wajib bagi pemerintah. Dan sebetulnya, kepala daerah mengajukan hal ini dapat menggunakan dana APBD, tanpa melalui perencanaan yang nantinya dicantumkan pada APBD Perubahan. 
 
Seperti dilansir media ini, SMA 3 Mandau ini, luluh lantah diamuk si jago merah. Kejadian, pada Rabu (23/12), berkisar pukul 04.30 WIB yang berlansung selama dua jam setengah. Sehingga berakibatkan lluluh lantah sebanya 11 ruangan. Ada 4 unit kantin, 4 ruang belajar, ruang Kepsek, Tata Usaha, serta Perpustakaan.
 
Akibat kebakaran hebat itu, sebut Kepala SMA 3 Mandau, dihubungi Wakil Humas Dondian Putra, saat ditelepon, Kamis (24/12)., berkata bahwa kerugianya ditaksir hingga mlliaran. Diungkapkan, bahwa itu sesuai hasil rapat terakhir dengan pmpinan. Untuk belajar mengajar balik ke format awal. Yaitu belajar pagi dan sore. 
 
R24/rul
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru

Versi Mobile

   Riau24.com
                       Informasi Anda Genggam