riau24 Ada Cara Untuk Menekan Merajalelanya Korupsi di Inhu | Berita Riau
Sabtu, 16 Desember 2017

Ada Cara Untuk Menekan Merajalelanya Korupsi di Inhu

0
Berita Riau -  Ada Cara Untuk Menekan Merajalelanya Korupsi di Inhu

Inhu, Riau24.com - Seperti di negara Republik Rakyat China (RRC) telah berhasil menekan jumlah koruptor, karna tidak ada ampun hukuman untuk koruptor. Di RRC, selain dimiskinkan, koruptor dan keluarganya yang ikut menikmati uang haram hasil korupsi seluruhnya dihukum tembak mati.

Tuntutlah ilmu sampai ke negeri cina, maka hukuman pemiskinan dan hukum tembak mati koruptor dan keluarganya yang menikmati uang haram hasil korupsi bisa menjadi inspirasi dan harusnya dapat diadopsi apa yang dilakukan negara RRC bagi pembuat Undang-undang di Indonesia khusus untuk koruptorNamun perlu keberanian dan kehebatan anggota dewan di Senayan untuk membuat Undang-undang baru yang intinya apabila koruptor melibas uang Negara di atas Rp1 milyar harus dihukum tembak mati dan Undang-undang baru yang intinya jika para oknum hakim yang menghukum ringan para koruptor yang tidak sesuai dengan apa yang telah dilakukan oleh koruptor maka oknum hakim harus dihukum berat.

Jadi tidak ada lagi oknum hakim yang menghukum ringan para koruptor. Terpidana narkoba dan terpidana teroris, Negara bisa menghukum mati, kenapa tidak untuk koruptor ? Padahal hukuman tembak mati untuk koruptor dan keluarganya yang ikut menikmati uang haram tersebut bisa menekan merajalelanya korupsi di Indragiri Hulu (Inhu), Riau. Demikian diungkapkan Yopel salah seorang aktivis LSM.

Dijelaskannya, dugaan korupsi yang merajalela di Inhu diantaranya kasus dana bansos, kas bon, raibnya 4 unit mesin PLTD Teluk Erong, dana tugas belajar di BKD Inhu dan sejumlah dugaan korupsilainnya.Kata Yopel, golongan yang selamat, seperti Ahlus Sunnah wal Jama’ah beriman kepada qadar yang baik maupun buruk. Iman kepada qadar meliputi iman kepada setiap nash tentang qadar serta tingkatannya. Tidak ada seorang pun yang dapat menolak ketetapan Allah Azza wa Jalla. Jadi kita manusia seharusnya janganlah takabur dan sombong apalagi apa yang kita kerjakan tidak sempurna atau memakan uang haram.Selanjutnya, beber Yopel, selain itu, Allah SWT telah melarang semua bentuk dan jenis pendapatan dan harta yang haram dan buruk, baik sumber maupun proses perolehannya.

Sebab, semuanya itu merupakan tindakan aniaya terhadap orang lain. Allah SWT berfirman: “Dan janganlah sebagian kamumemakan harta sebagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil…” (QS. Al-Baqarah: 188). Pada zaman sekarang terdapat bermacam harta yang diperoleh dengan cara batil (haram) dan tidak sesuai dengan syariat, misalnya: riba, suap, ghasab, penipuan, jual beli jabatan, uang palsu, judi, pencopetan, pencurian, cuci uang (money laundering), korupsi, hasil dari jual beli barang yang diharamkan, seperti babi, narkoba, dan minuman keras.

Allah adalah Mahaadil dan Mahabijaksana, Allah memberi karunia kepada siapa yang Dia kehendaki dan Dia menahan dari siapa pun yang Dia kehendaki, Allah memberi kekuasaan kepada siapa pun yang dikehendaki-Nya dan menghinakan siapa pun yang dikehendaki-Nya.

R24/red/hmn

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru