riau24 Sambil Menangis, Istri Indra Bekti Ungkapkan Rasa Marah dan Sedih | Berita Riau
Jumat, 15 Desember 2017

Sambil Menangis, Istri Indra Bekti Ungkapkan Rasa Marah dan Sedih

0
Berita Riau -  Sambil Menangis, Istri Indra Bekti Ungkapkan Rasa Marah dan Sedih
Riau24.com — Istri pembawa acara dan artis peran Indra Bekti (38), Aldilla Jelita, mengaku marah atas pemberitaan mengenai suaminya, yang dituduh oleh pemain FTV Lalu Gigih Arsanofa telah melakukan pelecehan seksual. 

"Jujur saya marah, saya kesel, saya sedih," kata Dilla sambil menangis dalam jumpa pers di sebuah kafe di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (1/2/2016) sore. 

Ia mengatakan bahwa masalah tersebut bisa merugikan keluarganya, terutama untuk kedua anaknya yang masih kecil. 

"Saya mohon, tolong hargai kehidupan kami. Saya punya dua anak," tutur perempuan yang menikah dengan Indra pada 10 Oktober 2010 ini.

Ia juga menekankan, walau Indra terus dituduh melakukan tindakan tak senonoh dan disudutkan, ia tak peduli.

"Saya sangat tidak menyukai hal ini, apa pun saya terima suami saya apa adanya. Dia (Gigih) mau ngasih video, LINE, apa pun, saya enggak peduli," ujarnya. 

"Saya harap enggak ada lagi cerita-cerita begini. Jadi, kami bisa melanjutkan hidup kami lebh baik dan lebih tenang lagi. Kalau sampai ini masih ada lagi yang ngerugiin anak-anak saya, saya enggak takut pokoknya," sambungnya. 

Diberitakan sebelumnya, pihak Gigih menyatakan bahwa Indra mengiming-imingi dirinya dengan sejumlah pekerjaan agar mau memenuhi ajakan Indra untuk berhubungan intim sesama jenis. 

Pernyataan itu disampaikan oleh kuasa hukum Gigih, Gading Satria Nainggolan, dalam wawancara per telepon pada Kamis (28/1/2016).

"Klien kami di Lombok, dia dijanjiin kerjaan, dijanjikan mau diorbitkan. Tahu-tahunya, pas ketemudiajakin begitu (berhubungan intim)," tutur Gading. 

Gading berkisah, Gigih berkenalan dengan Indra pada Mei 2015. Ketika itu, Gigih, yang tinggal di Lombok, diminta oleh Indra untuk menjalani sebuah pekerjaan. 

"Jadi, awal kenalan klien saya dengan IB ini pada bulan Mei 2015. Lalu, klien saya disuruh ke Jakarta. Sampai di Jakarta, satu bulan enggak dikasih kerjaan. Karena itu, klien saya pulang lagi ke Lombok," ucap Gading.

R24/jef/kom
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru