riau24 Serikat Buruh Cahaya Indonesia akan Gugat Disnakertranduk Riau ini Terkait Eks Karyawan PT BPN | Berita Riau
Kamis, 14 Desember 2017

Serikat Buruh Cahaya Indonesia akan Gugat Disnakertranduk Riau ini Terkait Eks Karyawan PT BPN

3
Berita Riau -  Serikat Buruh Cahaya Indonesia akan Gugat Disnakertranduk Riau ini Terkait Eks Karyawan PT BPN
Pekanbaru, Riau24.com -  Serikat Buruh Cahaya Indonesia (SBCI) akan melayangkan gugatan pada Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi Kependudukan (Disnakertranduk) Riau. Gugatan dilayangkan terkait kebijakkan salah dilakukan oknum tim mediator Hubungan Industrial (HI).
 
"Kita melihat didalam penanganan masalah buruh atau pekerja yang ditangani tim mediator HI, diduga ada kebijakan yang salah. Karena itu kami dari DPP SBCI Riau akan melayangkan gugatan perdata ke Disnakertranduk Riau ini," ungkap Ardemi BA kepada wartawan.
 
Penegasan ini disampaikan Ketua Umum DPP SBCI Riau didamping Sekjend Dairul di Pekanbaru. Hal itu, menyikapi atas permasalahan eks karyawan dari PT Budi Pundi Nusa (BPN). Sebut dia, beberapa waktu lalu itu pihaknya meajukan surat mohon mediasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
 
"Tertanggal 17 November 2015 ini DPP SBCI Riau, ada mengajukan surat nomor : 207/DPP - SBCI/R/XI/2015. Surat itu berisikan prihal 
Mohon Mediasi masalah PHK 157 orang dengan PT BPN. Dan, saat itu ditunjuk tim mediator HI. Yaitu ada Erna Derita, Dasril, Mataferi," terang Ardemi BA.
 
Terkait itu, memang berdasarkan surat yang ditandatangani Kepala Disnakertranduk Riau Rasidin. Itu dilakukan pemanggilan tertanggal 11 Desember 2015. Namun, saat itu sambung Adermi, hanya pihak DPP SBCI Riau hadir dipanggilan tersebut. Sementara dari pihakPT BPN ini tidak hadir.
 
Namun saat itu, tim mediator janji menjadwal ulang pemanggilan ini pada seminggu kedepan. Setelah ditunggu-tunggu, sambungnya, ini tidak ada kabarnya. Maka tanggal 21 Desember 2015, DPP SBCI ini pertanyakan kepada tim mediator tersebut. Tetapi, malahan dijawab ada surat PT BPN.
 
"Mediator HI menyatakan adanya surat dari PT BPN ditujukan pada Disnakertranduk Riau. Dari isinya surat itu setelah kami baca, pada intinya PT BPN akan melakukan perundingan dengan pihak SBCI. Tapi, tidak ada tembusan kepada SBCI. Tim mediator tidak me-izin photocopy," ujarnya.
 
Karena tidak ada kejelasan akan masalah ini, maka sebut Adermi, disampaikan pada mediator untuk melakukan pemanggilan lanjutan sesuai peraturan UU berlaku. Hal itu, yang tidak dilakukan mediator HI. Sehingganya ini eks karyawan PT BPN kini bekerja di Sucofindo
lakukan aksi mogok.
 
"Namun hal mogok kerja tersebut
tidak dibawah koordinir dari pihak serikat buruh. Semua itu dikarena kebijakkan salah dilakukan oknum tim mediator HI. Maka, kami akan layangkan gugatan. Yang disebab informasi didapat, jika mau dapat pesangon. Maka pekerja mundur dari SBCI," ujarnya.
 
R24/rul
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Mukhlisin
Kamis, 04 Februari 2016 11:26 wib
suayyy tuhh bg ..
Dino nusantara
Rabu, 03 Februari 2016 10:34 wib
ndak jaleh krjanya pak,makanya kami ex pt budimas sepontan aja mogok menuntut hak2 kami yairtu pesanggon.karna bapak ngak ada kejalasan .sikit2 persenan ,tapi jgk ngak ada kejelasaan ,contoh masalah staf dari tahun 2013 sampai sekarang kami ngak tau kelanjutannya,sementara kami bayar jgk tuk penggurusaan tetek bengek belum lagi kalo keluar kami d kenakkan 30%nya sampai k Mk tapi sekarang cuma kami dpt anggan2 saja,,???
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru