riau24 Dishut Susun Perbup Kayu Jalur | Berita Riau
Rabu, 13 Desember 2017

Dishut Susun Perbup Kayu Jalur

0
warga mengukur kayu untuk membuat jalur
Berita Riau -  Dishut Susun Perbup Kayu Jalur
Kuansing, Riau24.Com - Saat sekarang ini, tradisi pacu jalur telah lama dan berusia lebih dari satu abad. Oleh jkarena itu, banyak masyarakat yang berada di daerah pinggiran sungai batang kuantan yang mencari kayu jalur untuk di buat sebuah jalur andalan daerah masing-masing.

Jalur memang telah menjadi tradisi masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi, sehingga bagi desa yang tidak memiliki jalur sudah barang tentu hanya bisa menonton jalur daerah lain yang berpacu di Tepian Narosa maupun di pinggir sungai batang kuantan di event kecamatan dan rayon.

Sementara, kayu jalur sudah semakin berkurang dan masyarakat pun sudah kesulitan mencari kayu jalur. Oleh karena itu agar tradisi ini tetap lestari dan masyarakat tidak seenaknya menebang kayu untuk di buat sebuah jalur, maka  Dinas Kehutanan Kabupaten Kuantan Singingi sedang menyusun Peraturan Bupati (Perbup) tentang kayu jalur.

" Ini dilakukan agar bahan dasar jalur tetap lestari dan bertahan lama, rancangan Perbup-nya sudah selesai dan tinggal kita masukkan ke Bagian Hukum Setda Kuansing," Ungkap Sekretaris Dinas Kehutanan Kabupaten Kuantan Singingi, Abriman, S. Hut kepada wartawan.

Menurutnya, Dalam Perbup tersebut, Pemerintah akan memperketat izin penebangan kayu jalur. Sebab, selama ini belum ada yang mengaturnya. Sehingga dalam satu tahun sangat banyak dilakukan penebangan kayu, bahkan banyak yang tidak bisa digunakan sehabis di tebang.

Dikatakannya, Padahal dalam proses pencarian kayu jalur, masyarakat tidak langsung mendapatkan kayu yang bagus. Malahan ada yang menebang sampai lima pohon, baru dapat kayu yang bagus.

" Jika dibiarkan, maka bahan jalur akan menipis, yang tentu juga masyarakat akan susah," Tuturnya.

Dalam Perbup tersebut, setiap yang akan menebang diwajibkan untuk menanam. Sehingga, ada proses regenerasi dari kayu jalur. Apalagi, kayu yang bisa dibuat jalur minimal berumur 50 tahun, makanya harus ditanam sekarang untuk anak cucu di masa mendatang, jelasnya.

" Kita juga berencana, setiap desa hanya diberi izin menebang sekali dalam setahun, dan bagi satu desa yang memiliki dua atau lebih kelompok jalur maka harus gantian," Tukasnya.

R24/red/zar 
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru