riau24 Pertamina RU II Dumai Akan Diberikan Sanksi Administrasi | Berita Riau
Minggu, 17 Desember 2017

Pertamina RU II Dumai Akan Diberikan Sanksi Administrasi

0
Berita Riau -  Pertamina RU II Dumai Akan Diberikan Sanksi Administrasi

Dumai, Riau24.com – Atas kelalaian PT. Pertamina RU II Dumai yang tidak melaporkan perusahaan mitranya ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Dumai atas pekerjaan proyek Turn Around (TA) dikilang Putri Tujuh Pertamina akan diberikan sangsi Administrasi dari Disnakertrans Dumai.

Sangsi itu diberikan, lantaran Pertamina dinilai melanggar Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 1981 Tentang Wajib Lapor Ketenagakerjaan dan Perkemanertran Nomor 7 tahun 2008 tentang Tenaga Kerja Antar Daerah Antar Provinsi (AKAD) serta Permenaker Nomor 19 Tahun 2012 tentang Syarat-Syarat Penyerahan Sebagian Pelaksanaan Pekerjaan Kepada Perusahaan lain.

Hal itu diketahui dalam rapat antara Disnakertrans Dumai bersama pihak Pertamina RU II Dumai pada Rabu siang kemarin membahas proyek TA diruang rapat Kantor Disnakertrans Dumai yang dipimpin oleh kepala Disnakertrans Dumai, Drs. H. Amiruddin, MM didampingi Kabid Pengawasan dan Syarat Kerja Disnakertrans Dumai, Muhammad Fadhly.

Dari pihak pertamina hadir Manager Human Resources (HR) Pertamina RU II Dumai, M. Fahmi El Mubarak mewakili GM Pertamina didampingi Manager Umum Pertamina RU II, Seno Haryono, Humas Pertamina RU II, Marlodieka dan jajarannya. Rapat juga dihadiri kapolsek Dumai Timur, Ketua LSM, ketua Serikat Pekerja/Serikat Buruh, perwakilan LAMR Kota Dumai, Ketua Kadin Dumai, Ketua HIPMI, dan undangan lainnya.

Sebelumnya, Kadisnakertrans Dumai, Drs. Amiruddin mengapresiasi pihak pertamina karena tunduk terhadap Perda 10 Tahun 2004 tentang tenaga kerja. Pertamina telah memanfaatkan tenaga kerja lokal dalam proyek TA.

“ Laporan yang  kami terima, dari total 5960 tenaga kerja, tenaga kerja Dumai sebanyak 2884 orang, tenaga kerja Riau Non Dumai 684 orang dan tenaga kerja luar riau 2992 orang. Artinya pertamina sudah mematuhi Perda tersebut,” kata Amiruddin.

Namun yang sangat disayangkan, Perusahaan Mitra Pertamina yang mengerjakan proyek TA kami dianggap lalai dan tidak melaporkan pekerjaan dan tenaga kerjanya ke Disnakertrans Dumai.

Secara umum, Pertamina sudah memberikan laporan ke Disnakertrans Dumai terkait perusahaan mitra, pekerjaan dan jumlah tenaga kerja yang terlibat dalam proyek TA.

Dalam laporan pihak Pertamina ada 129 kontrak borongan dan 94 perusahaan mitra yang mengerjakan proyek TA. 41 perusahaan  dari Kota Dumai sedangkan 53 perusahaan dari luar Dumai.

Namun, baru 17 Perusahaan Mitra yang melapor ke Disnakertrans Dumai. Untuk itu kami minta pihak Pertamina menghimbau perusahaan mitra agar segera melapor ke Disnakertrans Dumai paling lambat Selasa (9/2).

Akibat masih banyak perusahaan yang belum melapor, Disnakertrans akan memberikan sanksi Administrasi kepada Pertamina RU II Dumai atas kelalaian ini karena dinilai melanggar UU Nomor 7 Tahun 1981, Perkemanertran Nomor 7 tahun 2008 dan Permenaker Nomor 19 Tahun 2012.

“ Seharusnya satu bulan sebelum bekerja perusahaan mitra sudah melaporkannya. Dan kami ingatkan kembali kepada pihak Pertamina untuk kegiatan yang akan datang agar lebih selektif, sebelum menerima vendor seharusnya Pertamina melakukan seleksi ketat dan vendor diintruksikan agar taat aturan,” pinta Amiruddin.

R24/red/dik

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru