riau24 Kurangnya Perhatian Pemkab Inhu Terhadap Batusawar | Berita Riau
Minggu, 17 Desember 2017

Kurangnya Perhatian Pemkab Inhu Terhadap Batusawar

0
Yopi Arianto, mantan Bupati Inhu
Berita Riau -  Kurangnya Perhatian Pemkab Inhu Terhadap Batusawar

Inhu, Riau24.com- Selama lima tahun pemerintahanYopi-Harman masalah Batusawar seperti terabaikan dan sampailah saat ini. Kurangnya perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hulu (Inhu), Riau terhadap permasalahan desa Batusawar Kecamatan Rakit Kulim, Inhu telah melukai hati rakyat desa tersebut. Padahal Pemkab Inhu menganggarkan masalah gangguan batas desa. Tapi entah mengapa kurangnya perhatian mereka di desa Batusawar yang merupakan bahagian wilayah hukum administrasi pemerintahan Pemkab Inhu.

Batas desa Batusawar memang telah ditetapkan dan dianggarkan Pemkab Inhu pada tahun 2001 silam. Saat itu desa Batusawar berbatasan dengan desa Morong kecamatan yang berbeda (Kec. Pasir Penyu) saat itu dan sekarang masuk ke Kec. Sungai Lala. Desa Morong pun dipecah menjadi dua. Di utara tetap nama desa Morong dan di selatan dibentuk desa baru dengan nama desa Tanjung Danau pada tahun 2004. Pembentukan desa Tanjung Danau ini diduga direkayasa luas desa Tanjung Danau dengan luas 20 km. Nah untuk memenuhi dugaan rekayasa luas desa 20 km tersebut maka mereka mencaplok wilayah hokum desa Batusawar yang telah disahkan Pemkab Inhu. Tugu tapal batas desa Batusawar dengan desa Morong (sekarang desa TanjungDanau) tugunya dibuang  ke sungai oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Pengrusakan asset Pemkab Inhu berupa tugu tapal batas desa tersebut terus berlanjut, namun tindakan tegas dari Pemkab Inhu boleh dikatakan sangat kurang. Buktinya sampai sekarang kasus pengrusakan dua asset Pemkab Inhu tersebut terus diabaikan Pemkab Inhu. Kalau saja desa Batusawar berada di pinggir alias berbatasandengan Kabupaten/kota tetangga, maka sudah jelas desa Batusawar keluar dari Inhudansegera bergabung ke kabupaten/kota yang lain yang lebih memperhatikannasib rakyat desa Batusawar. Demikian diungkapkan salah seorang rakyat desa Inhu, Bapak Baharuddin.

Di tempat terpisah, Ketua BPD Batusawar, M. Rayo mengatakan, bahwa kasus pengrusakan tugu batas desa maupun penyerobotan hutan wilayah hukum desa Batusawar  tersebut bisa saja menjadi potensi konflik yang akan menjadi bom waktu, dan sewaktu-waktu bisa meledak. Namun sayang, sepertinya tidak ada langkah maju yang dilakukan Pemda maupun dari pihak Kepolisian, konflik itu seiring waktu terus membara.

Dijelaskan Rayo, perangkat desa Batusawar Kecamatan Rakit Kulim hingga kini terus dijanjikan oleh oknum Polres Inhu untuk menyelesaikan kasus pengrusakan tugu tapal batas desa Batusawar - desa Morong/Tanjung Danau yang diduga kuat dilakukan oleh oknum warga desa Tanjung Danau Kecamatan Sungai Lala.

Mereka telah melaporkan secara resmi ke Polsek Kelayang dan di Polres Inhu malah mereka dipasilitasi oleh pak Marjan dari Polres Inhu.Namun hingga kini persoalan tersebut belum juga ada penyelesaian nya. Warga Batusawar mendesak Kapolres Inhu secepat nya menyelesai kan persoalan yang terjadi, seperti yang diserukan oleh Presiden RI kepada Pemda di daerah untuk menyelesaikan permasalahan sengketa tanah dan lahan untuk menghindari konflik horizontal.

Dalam perjalanan yang panjang dan berliku-liku, barulah pada bulan September 2012 Pemkab Inhu mengambil keputusan yaitu berdasarkan Surat tersebut Nomor: 389/ADM.PUM/IX/2012 September 2012 Prihal Pemasangan Kembali Tugu Batas Desa Tanjung Danau dengan desa Batusawar.

Surat tersebut meminta pihak Suratman, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (Bapemas Pemdes) Inhu untuk segera melaksanakan isi keputusan tersebut, namun Suratman berkilah, seolah-olah pihaknya tidak berdaya untuk menjalankannya. Suratman hanya mengaku bahwa pihaknya hanya sifat membina. Lantas apa motif berbagai instansi terkait di Pemkab Inhu yang seolah-olah melemparkan tanggung jawabnya ? Jika tidak mampu menjalankan amanat rakyat yang ditugaskan Bupati Inhu, ya silahkan saja mengundurkan diri dari jabatan sekarang ini.

Selain instansi di Pemkab Inhu, Polsek Kelayang/Rakit Kulim juga dilibatkan dalam hal ini. Namun proses hukum bagai jalan di tempat, kapan action nyata dari pihak-pihak tersebut ? “Setidaknya inilah permintaan warga dan perangkat desa Batusawar kepada Kepala Bapemas Pemdes Inhu dan Kabag Tapem maupun Polsek Kelayang maupun Polres Inhu,” harap Rayo.

R24/red/hmn.

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru