riau24 M Adil : Dugaan Korupsi Pelabuhan Dorak itu Sudah Lama Saya Tahu, Harus Diusut Tuntas | Berita Riau
Rabu, 13 Desember 2017

M Adil : Dugaan Korupsi Pelabuhan Dorak itu Sudah Lama Saya Tahu, Harus Diusut Tuntas

0
Berita Riau -  M Adil : Dugaan Korupsi Pelabuhan Dorak itu Sudah Lama Saya Tahu, Harus Diusut Tuntas
 
Pekanbaru, Riau24.com - Terkait mencuatnya, akan permasalahan Pembangunan Pelabuhan Dorak, di Kabupaten Meranti. Bahkan, ini sudah masuk ranah hukum untuk diselidiki atas dugaannya korupsi. Penyelidikkan, dilakukan penegak hukum tingkat provinsi.
 
Terkait ini, sejumlah pejabat yang berada di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Meranti itu, sudah ada dipanggil pemeriksaan oleh penegak hukum. Seperti hal, baru-baru ini, Iqaruddin dipanggil pihak di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, sebagai saksi.
 
Pengerjaan ditargetkan memakan waktu tiga tahun, dari 2012-2014. Adapun, dana ketika itu dipersiap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Meranti ini hampir menembus Rp 650 miliar. Didalam perjalanannya itu pembangunan proyek tersebut masih terbengkalai.
 
Masalah tersebut, disikapi M Adil salah seorang mantanya anggota DPRD Kabupaten Meranti. Sebut dia, memang seyogyanya aparat penegak hukum dapat melakukan pengusutan dengan serius, serta tuntas membongkar akan dugaan korupsi proyek ini.  
 
"Pengusutan dugaan kasus tindak korupsi pembangunan Pelabuhan Dorak yang di Kabupaten Meranti ini, tentunya sangat saya dukung. Sebab dari awal yang diketahu ini
ada dugaan korupsi, pada proyek itu. Ada permainan buruk, oknum pejabat," sebutnya.
 
Politisi Hanura yang sekarang ini menjadi anggota DPRD Riau dari Dapil V (Dumai, Bengkalis, serta Meranti) tersebut, menerangkan,
dalam progres pengerjaan proyek megah itu tidak ada menampakan hasil yang memuaskan. Ini hanya timbulkan korupsi.
 
"Telah lama saya tahu itu adanya permainan oknum pejabat daerah Meranti yang dalam membangun Pelabuhan Dorak itu. Pengadaan lahan mark up-nya itu dimainkan. NJOP-nya Rp 5.000, tapi malah yang diganti rugi Rp 75 ribu per meter," ungkap M Adil ini.
 
Dikatakanya, uang sudah diambil tetapi proyek tidak selesai. Maka, ini yang masuk dikategori dugaan mark-up. Pemkab Meranti diduga banyak melakukan kegiatan yang tidak benar atau yang mengarah suatu perbuatan tindakan dugaan di kasus korupsi.
 
"Banyak korupsinya itu. Anggaran sudah diambil 80 persen, namun fisiknya itu hanya ada 40 persen. 
Selain itu, masalah pembebesan lahan untuk ruas jalur lingkar. Hal ini juga dugaan mark-up. Karena itu banyak permainan buruk oleh Pemkab," katanya.
 
R24/rul
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru