riau24 Siswaja Muljadi: Perayaan Imlek itu Mempererat Silahturami antar Umat Beragama | Berita Riau
Senin, 11 Desember 2017

Siswaja Muljadi: Perayaan Imlek itu Mempererat Silahturami antar Umat Beragama

0
Berita Riau -  Siswaja Muljadi: Perayaan Imlek itu Mempererat Silahturami antar Umat Beragama
Pekanbaru, Riau24.com -  Dalam beberapa hari lagi, sebahagianya masyarakat Indonesia, umumnya  suku Tionghua beragama Buddha dan Kong Hu Cu akan merayakan Tahun Baru imlek. Hal yang sama seperti umat agama lain, di dalam sambut datang hari keagamaan.
 
Begitu pula halnya di perayaanya Imlek. Mereka, mulai persiapkan diri dengan berbagai kegiatanya. Ada yang mulai mengecet rumah, menghias rumah, membersihkan rumah. Dan juga mempersiapkan makanan untuk tamu yang akan datang, serta ini tidak melupakan Angpau (amplop merah) dibagi ke sanak keluarga.
 
Bagi anak anak, tentu merupakan moment ditunggu-tunggu. Karena mereka, mendapatkan tambahan  tabungan selain dapat uang jajan mereka peroleh dari orang tuanya sendiri. Diketahui, perayaan Imlek khususnya di Indonesia ini, sudah terbuka dan meriah dilaksanakan senjak zaman Presiden Gus dur, hingga kedepanya.
 
"Perayaan hari Imlek, khususnya di Indonesia ini sudah terbuka era kepemimpinan Presiden Gus dur. Yang dapat dilaksanakan dengan secara meriah. Bahkan, diperkuat era Presiden Megawati mejadikan Tahun Baru Imlek itu sebagai hari Libur Nasional. Tentunya sebagai
orang Tionghua, bisa mendorong existensi ini," ujarnya.
 
Ini disampaikanya Siswaja Muljadi kepada wartawan, Jumat. Selaku tokoh masyarakat Tionghua, kata Siswaja yang lebih akrab dengan panggilan Aseng ini, bahwa dalam perayaan Imlek dilakukan, bukan berarti mereka itu lebih mencintai tanah leluhur Tiongkok, tapi lebih merupakan rasa syukur kepada Tuhan Maha Kuasa.
 
"Perayaan Imlek ini semata-mata rasa bersyukur pada Tuhan Maha Kuasa, tentu atas karunia didapat selama hidup, bersama suku lain di dalam negara NKRI ini. Karena tidak pernah pikirkan Tiongkok itu sebagai kampung halaman. Tapi, lebih mencintai Indonesia sebagai daerah tempat, dikuburkan kelak saat wafat," terangnya.
 
Siswaja yang tercatat merupakan satu-satunya dari suku Tionghua 'duduk' di DPRD Riau, menyebut, di Kota Pekanbaru ada beberapa Organisasi Masyarakàt dan serta Perkumpulan Tionghua. Diantara lain ada PSMTI, IKTP, IKTS, HPT Rohil. Dan organisasi keagamaan MBI, Walubi yang telah lama exist di Kota Pekanbaru ini.
 
"Hampir setiap tahun melakukan perayaan Imlek secara bersama sama, baik bersama masyarakàt dan pemerintah. Buktinya. setiap tahun selalu ada digelar kegiatan pembagian beras ke masyarakàt yang kurang mampu. Baik, yang berlansung di Vihara Dharmaloka Jalan Karet maupun ada diantar kerumah," katanya.
 
Selain itu, juga ada bazar diketika Imlek, dan hiburan rakyat digelar secara swadaya yang bertempat di Jalan Karet. Tahun 2016 sudah dihelat tanggal 3 - 6 Februari. Hal suasana jadi sangat meriah, yang disebab sepanjang Jalan Karet itu dipenuhi dengan lampion, bahkan hiasan-hiasanya yang menuansa merah mewarnai ini.  
 
"Pada kegiatan seremonial, Imlek bersama di Hotel Furaya, tanggal 10 Februari 2016 yang direncana akan dihadiri Plt Gubenur, Kajati, Danrem, serta unsur Forkopinda. Perayaan hari puncak tahun baru Imlek, bersama Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru ini dilakukan tanggal 21 Februari 2016 di Jalan Karet," tutur Siswaja.
 
R24/rul
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru