riau24 Akibat Banjir Sumur Tak Layak Konsumsi | Berita Riau
Kamis, 14 Desember 2017

Akibat Banjir Sumur Tak Layak Konsumsi

0
Berita Riau -  Akibat Banjir Sumur Tak Layak Konsumsi
Kuansing, Riau24.Com - Hujan deras yang melanda sebagian wilayah
bagian barat Pulau Sumatera, telah menyebabkan terjadinya banjir di
berbagai daerah termasuk di Kabupaten Kuantan Singingi, yang telah
merendam lebih 5000 rumah. Bahkan selain sembako yang belum di terima
sebagian warga, juga mengeluhkan kekurangan air bersih akibat dari
sumur warga yang terendam banjir.

"Akibat banjir ini, semua sumur warga terendam banjir, kami sudah
mulai kekurangan air bersih," Ungkap salah seorang warga kuantan
mudik, Mulid ketika dihubungi.

Menurutnya, Kedalaman air akibat banjir sampai setinggi pinggang orang
dewasa, bahkan ada yang lebih dari itu. Artinya ketinggian air
mencapai 1 meter hingga 2 meter. Banjir mulai terjadi pada pukul 12
malam (selasa 9/2), merambah ke rumah-rumah penduduk dan bagi yang
berada di dataran rendah tentu akan menjadi sasaran utama.

R24/red/zar
Selain merendam rumah penduduk dan rumah sekolah serta beberapa tempat
yang berada di dataran rendah, banjir juga sampai memasuki sumur warga
yang merupakan sumur gali (sumur tanah). Akibatnya air sumur berobah
dan menyebabkan tidak bisa dikonsumsi lagi.

" Air sumur sudah bercampur engan air lain dan bahkan sampah sampah
juga sudah masuk ke dalamnya, karena air sumur tenggelam dan raa
dengan air banjir, jadi sumur tidak bisa di konsumsi lagi," paparnya.

Akibat bercampurnya air sungai Batang Kuantan, tentu saja air sumur
sudah tidak layak lagi untuk di konsumsi. Karena kalau ipaksakan terus
tentu saja akan menimbulkan sumber penyakit," tukasnya.
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru