riau24 Diminta Polda Riau dan Kejati Riau Segera Usut Tuntas Kasus Proyek Provinsi di Rengat | Berita Riau
Selasa, 12 Desember 2017

Diminta Polda Riau dan Kejati Riau Segera Usut Tuntas Kasus Proyek Provinsi di Rengat

1
Berita Riau -  Diminta Polda Riau dan Kejati Riau Segera Usut Tuntas Kasus Proyek Provinsi di Rengat
Inhu, Riau24.com - Proyek Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau antara lain proyek Manajemen dan Pembangunan Infrastruktur Perdesaan tahun 2013 segera diusut. Tidak ada keterbukaan dari sang Kadesnya, terutma Kades Sungang Beringin, Suwito. Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik Nomor 14/2008 memberi peluang kepada semua rakyat Indonesia agar semua informasi publik diperoleh, terutama tentang keterbukaan informasi proyek. Namun hal ini agaknya tidak berlaku bagi Kades Sungai Beringin di Kecamatan Rengat yang menerima dana dari provinsi Riau tahun ini.

Apa motivnya sehingga proyek provinsi Riau untuk seda Aungai Beringin Kecamatan Rengat, Inhu Riau tanpa papan plang proyek ? Proyek provinsi tahun 2013 ini tidak banyak warga desa bersangkutan yang mengetahuinya. Apa nama proyeknya, item apa saja yang dikerjakan, berapa dananya dan dari mana proyek tersebut ? Baru-baru ini kami menemukan papan plang proyek di desa Pasir Kemilu, namun berapa nilai proyeknya tidak disebutkan, lantas apa motivnya ? Demikian tanya Lamidi, Amd, Kepala Devisi LSM Gerakan Pemuda Anti Korupsi (GPAK), Inhu.

Menurut informasi, kata Lamidi, proyek provinsi Riau tahun tersebut di kecamatan Rengat diduga diterima tujuh desa untuk pembangunan infrastruktur dan rumah layak huni.

Diantara desa penerima tersebut, diduga desa Kampung Pulau, Sungai Guntung Tengah, Sungai Guntung Hilir, Pasir Kemilu, Rawa Bangun, Sungai Raya dan desa Sungai Beringin sendiri. Sementara Sungai Guntung Tengah dan Sungai Raya adalah rumah layak huni.

Diantara proyek yang diduga bermasalah itu yakni proyek drainase/saluran pembuangan air di desa Sungai Beringin tahun 2013, diantaranya : papan plang proyek tersebut tidak ada, saluran yang volume panjangnya 85 meter dan lebar 50 cm x panjang 50 cm diduga bermasalah. Pasalnya saluran di samping bengkel mobil di desa Sungai Beringin tersebut proyek tersebut diduga tidak menggunakan kayu cerocok, adukan beton diduga tidak standar SNI/PU 1:2:3.

Diduga ukuran volume tinggi semula hanya 40 cm, seharusnya ketinggiannya 50 cm .Kemudian ditambah 10 cm, tinggi tersebut baru ditambah setelah selesai pengerjaan dengan tinggi 40 cm.

Ketinggian 10 cm yang ditambah di atasnya tersebut tidak mengikat antara besi yang horizontal tidak diikat pada besi yang vertical karena ketinggian 10 cm diduga ditambah setelah ketinggian 40 cm selesai.


Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Budiyanto
Jumat, 11 Maret 2016 09:40 wib
Semua informasi dan kaporan sebelum diaplod agar dikros kebenarannya di lapangan dan dikonfirmasikan ke kades yg punya wilayah jadi tdk simpang siur .....
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru