riau24 Bocah Pelalawan Gagal Operasi Jantung Bocor | Berita Riau
Rabu, 13 Desember 2017

Bocah Pelalawan Gagal Operasi Jantung Bocor

0
Berita Riau -  Bocah Pelalawan Gagal Operasi Jantung Bocor

Pelalawan, Riau24.com - Seorang bocah bernama Nurul Aisyah berusia 2,6 tahun penderita Jantung Bocor warga Kabupaten Pelalawan gagal menjalani operasi penyakit yang dideritanya di Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta. Pasalnya, kegagalan bocah Pelalawan menjalani operasi Jantung Bocornya di RS Harapan Kita Jakarta karena ketiadaan biaya ongkos yang dimiliki orangtuanya untuk berangkat ke Jakarta sehingga menyebabkan gagalnya penderita Jantung Bocor menjalani operasi penyakit yang dideritanya itu.

Pernyataan informasi itu diungkapkan  Mahmuddin ayah Nurul Aisyah kepada sejumlah media pada Kamis (11/2/2016) di Pangkalan Kerinci. Dari pengakuan orangtua bocah, sebenarnya dirinya dengan istrinya Suhaili (36) bersama anak malangnya Nurul Aisyah itu seharusnya pada tanggal 29 Januari lalu sudah berada di RS Harapan Kita untuk menjalani operasi terhadap penyakit Jantung Bocor yang dialami anaknya. "Hanya saja akibat kami ketiadaaan ongkos berangkat ke Jakarta sehingga kami belum berangkat ke Jakarta. Sekarang dengan kondisi serba kekurangan yang kami miliki, sehingga kami harus pasrah tak jadi operasi penyakit Jantung Bocor yang diderita sejak kecil itu” tutur orang tua bocah penderita Jantung Bocor.

"Jangankan untuk ongkos kami berangkat" sebut Mahmudin, untuk makan minum dirinya bersama anaknya di Jakarta tak ada. "Karena disini saja kami sudah sangat kesulitan biaya hidup. Apalagi untuk miliki uang jutaan rupiah untuk ongkos beli tiket pesawat dan ongkos naik bis pulang perginya untuk berobat anak saya maka kami tak punya" beber Mahmuddin ayah Nurul Aisyah dengan nada sedih.

Sebenarnya ungkap Mahmudin, kalau sesuai jadwal, anaknya Nurul Aisyah harus operasi Jantung Bocornya pada bulan Februari ini di RS Harapan Kita Jakarta. Untuk menjalani operasi itu, pihaknya  disuruh berangkat dan harus sudah berada di RS Harapan Kita pada 29 Januari lalu karena operasi pada Jantung Bocor diderita anaknya direncanakan dilaksanakan  sekitar tanggal 8 atau 10 Februari ini. ”Tapi apa boleh buat, karena kondisi ekonomi yang serba kekurangan ini, sehingga kami selaku orang tua Nurul Aisyah tak bisa berangkat ke RS Harapan Kita Jakarta akibat tak punya ongkos biaya sama sekali termasuk biaya makan minum selama dirumah sakit selama menunggu anak kami selesai dioperasi di Jakarta tersebut" terang Mahmudin  yang mengaku tinggal menumpang di gubuk sempit di belakang Rumah Makan Carano Jalan Maharaja Indra di Jalan Lintas Timur Pangkalan Kerinci. 

Akibat dirinya bersama anaknya Nurul Aisyah tak kunjung datang ke RS Harapan Kita Jakarta sebut Mahmudin, sehingga ibu dokter yang menangani anaknya pernah menghubunginya. "Kemarin  ibu dokter yang dulu menangani anak saya di RS Harapan Kita sudah beberapa hari sebelum ini pernah menelpon terkait kehadiran dirinya dan anaknya ke Jakarta untuk jalani operasi anaknya itu. Sebenarnya kalau untuk pelaksanaan operasi pada penyakit anak saya tak ada kendala lagi karena semua surat dan semua persayaratannya sudah beres tinggal dilakukan operasi saja lagi. ”Namun tampaknya operasi anak saya gagal akibat tak bisa berangkat ke Jakarta akibat tak punya biaya ongkos ke Jakarta tersebut. Pada ibu dokter yang menangani anak saya sudah saya bilang tak ada biaya berangkat  ke Jakarta. Dengan informasi itu, lalu Ibu dokter bilang nanti kapan kami sudah ada biaya silakan datang untuk operasi Nurul Aisyah” jelasnya.

Pada bulan November tahun lalu, terang Mahmudin, anaknya Nurul Aisyah bersama ibunya Suhaili serta nenek sudah sempat berangkat ke Jakarta untuk menjalani operasi penyakit anaknya itu. “Hanya saja mereka terpaksa pulang kembali  ke Pangkalan Kerinci, karena  dokter yang menangani anak saya  sedang mengikuti pendidikan ke luar negeri ketika itu. Anak saya itu sudah dua kali ke Jakarta untuk jalani operasi tapi masih gagal. Namun untuk pergi ketiga kalinya ke Jakarta, kembali gagal karena ongkos ke Jakarta kami tak ada lagi" tegasnya.

R24/red/shi

 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru