riau24 Dilema di PDAM Tirta Indra Inhu | Berita Riau
Senin, 18 Desember 2017

Dilema di PDAM Tirta Indra Inhu

0
Berita Riau -  Dilema di PDAM Tirta Indra Inhu

Inhu, Riau24.com - Sejumlah kemelut di tubuh perusahaan di daerah ini sangat mengkhawatirkan.

Pertama ; ketika pengangkatan dan pemberhentian Direktur PDAM Tirta Indra ditetapkan dengan Keputusan Bupati Indragiri Hulu (Inhu), Riau atas usulan Badan Pengawas dengan terlebih dahulu melalui uji kelayakan dan kepatutan (Fit and Proper Test) seperti pengangkatan kepada Ahmad Hafis apakah hal ini pernah dilakukan ? Jika tidak dilakukan, apakah sah seseorang menjabatnya ? Lalu sekarang apakah jabatannya telah berakhir ? Jika sudah berakhir, mengapa tidak diganti saja ?

Kedua ; Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 2/2007 Tentang Organ dan Kepegawaian Perusahaan Daerah Air Minum BAB VII DANA PENSIUN Pasal 51 (1) Direksi dan Pegawai PDAM wajib diikutsertakan pada program pensiun yang diselenggarakan oleh Dana Pensiun Pemberi Kerja atau Dana Pensiun Lembaga Keuangan. (2) Penyelenggara program pensiun sebagaimana dimaksud pada ayat (1) didasarkan atas pertimbangan optimalisasi dan kepastian manfaat bagi Direksi dan pegawai PDAM sesuai dengan peraturan perundang-undangan. (3) Atas pertimbangan efektifitas dan efisiensi penyelenggara program pensiun sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diutamakan dana pensiun pemberi kerja yang diselenggarakan oleh gabungan PDAM,

BAB VIII ASOSIASI Pasal 52 (1) Setiap PDAM wajib menjadi anggota Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (PERPAMSI). (2) PDAM dapat memanfaatkan PERPAMSI sebagai asosiasi yang menjembatani kegiatan kerjasama antar PDAM dalam dan luar negeri dan berkoordinasi dengan instansi terkait di pusat dan daerah.

Pertanyaannya apakah PDAM Tirta Indra pada tahun 2013 sudah menyetor ke Pusat ?

Ketiga ; Diduga pernah pegawai yang sudah pensiun masih menjabat di PDAM Tirta Indra, jika benar, berapa daerah dirugikan dan apakah ini bukan menyalahi ketentuan ?

Keempat ; Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Cabang Kecamatan Sungai Lala airnya diduga tidak layak dikonsumsi dan wargapun enggan untuk berlangganan, akibatnya Negara dan Daerah  diduga dirugikan puluhan milyar rupiah. Hal ini diduga salah perencanaan oleh Pemerintah Daerah. Demikian dikatakan oleh B.Salim salah seorang pegiat LSM.

Secara logika ungkap B.Salim, berapa meter sajakah jarak dari pemukiman warga Sungai Lala dari Sungai Indragiri ? Seharusnya sumber air haruslah diambil dari air sungai besar seperti Sungai Indragiri, jika perencanaan dari awal begitu matang. Pasalnya air dari Sungai Lala itu sendiri sudah barang tentu diketahui layak atau tidaknya dikonsumsi. “ Lalu mengapa tidak menggunakan air Sungai Indragiri, padahal dananya begitu besar ?” tanya B. Salim heran. 

Sejak diresmikan pada awal tahun 2013 yang lalu sebut B.Salim, masyarakat enggan berlangganan kepada PDAM Cabang Sungai Lala ini, sebab mutu air yang dihasilkan oleh PDAM ini sangat buruk. Sumber air yang digunakan PDAM Sungai Lala, yang merupakan sungai kecil yang melintas  di antara perkebunan kelapa sawit masyarakat dan perusahaan, bisa saja pupuk kelapa sawit akan mengalir ke sungai kecil itu ketika hari hujan. “Kenapa tidak diambil dari Sungai Indragiri ?”tanyanya. 

Kecamatan Sungai Lala pada umumnya memiliki sumber air bersih sendiri, seperti Sumur Gali, Sumur Bor dan Sumur Cincin yang airnya bersih bila dibandingkan air yang dihasilkan PDAM Cabang Sungai Lala tahun 2013. 

Merugikan Negara dan Daerah, setelah milyaran uang daerah dihabiskan dalam pembangunan PDAM pada tahun 2012 lalu,” kini PDAM tersebut apakah ada manfaatnya, karena saat itu tidak bisa menghasilkan kontribusi yang jelas kepada daerah sebagai mana sebuah perusahaan mendapat keuntungan dari program yang sudah direncanakan dengan matang,”ungkapnya mengakhiri.

R24/red/hmn

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru