riau24 Rambah Hutan di Rohul, 38 Perusahaan dan Perorangan Dilaporkan ke Kementrian LHK | Berita Riau
Sabtu, 16 Desember 2017

Rambah Hutan di Rohul, 38 Perusahaan dan Perorangan Dilaporkan ke Kementrian LHK

0
Berita Riau -  Rambah Hutan di Rohul, 38 Perusahaan dan Perorangan Dilaporkan ke Kementrian LHK
Rohul, Riau24.com - ‎Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) sudah melaporkan 38 perusahaan dan perorangan karena diduga telah melakukan perambahan hutan lindung di Rohul.
 
Demikian disampaikan, Sekretaris Dishutbun Rohul Arie Ardian diruang kerjanya kepada Riau24.com, Kamis (11/2/2016).
 
Menurut Arie, pihaknya telah melaporkan ke Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) melalui Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (Dirjen PHKA) karena telah melanggar UU no 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan.
 
"Kita sudah pasang plang di kawasan hutan lindung, tapi sama oknum yang tak bertanggung jawab dicabut lagi" Ucapnya
 
Arie mengatakan, ‎modus perambahan hutan lindung berawal dari masyarakat asli di daerah kawasan hutan dan aparat pemerintah setempat yang menjual lahan hutan kepada perusahaan maupun perorangan, kebanyakan dijadikan kebun sawit dan karet.
 
"Seperti Hutan lindung di Mahato rata-rata warga pendatang yang mendapatkan dari warga tempatan dan aparat pemerintah setempat untuk Rokan IV Koto dan Bukit Suligi‎ warga tempatan yang merambah lahan" tandasnya
 
Menurut Arie, hampir di setiap kecamatan di Rohul hutan lindungnya di rambah oleh perusahaan dan perorangan yang tak bertanggung jawab dan pihaknya selalu melakukan razia ke wilayah tersebut.
 
"‎Pihak kita rutin melakukan razia, dan banyak warga kedapatan mengambil kayu di hutan lalu kayu tersebut kita sita" terangnya.

R24/red/ags 
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru