riau24 Warga Kuansing Terpaksa Beli Air Galon | Berita Riau
Rabu, 13 Desember 2017

Warga Kuansing Terpaksa Beli Air Galon

0
Berita Riau -  Warga Kuansing Terpaksa Beli Air Galon

Kuansing, Riau24.Com – Pasca banjir yang melanda Kabupaten Kuantan Singingi, menyebabkan air sumur menjadi keruh dan terutama sekali air Sungai Batang Kuantan tidak layak untuk dikonsumsi termasuk untuk mandi. Sehingga warga kesulitan mendapatkan air bersih sejak bencana banjir melanda wilayah kuansing.

"Kami sulit mencari air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, sehingga harus beli air galon kalau bantuan belum ada," Ungkap salah satu warga Kuantan Singingi, Priyaldi (54).

Menurutnya, sejak awal tahun 2016 hingga bulan Februari ini, masyarakat terkena dampak bencana banjir akibat meluapnya Sungai Batang Kuantan hingga masuk kerumah warga dengan ketinggian mencapai satu meter, hal ini tentu saja berakibat banyak warga harus mengeluarkan dana tambahan untuk membeli air bersih di sejumlah depot
air mineral (air isi ulang).

Biasanya setiap warga hanya membeli dua atau tiga galon setiap minggu untuk kebutuhan makan dan minum keluarga, namun sejak bencana banjir datang, masyarakat harus menyediakan enam hingga delapan galon setiap harinya dimasing-masing rumah, jika ditotalkan pengeluaran bisa lebih dari Rp. 30.000.

"Air itu untuk mandi, minum dan mencuci karena air bersih yang didapat dari sumur bor ataupun PDAM terhambat," Paparnya.

Dijelaskannya, Bila dilihat air Sungai Batang Kuantan sejak banjir terlihat kotor dan penuh sampah, sehingga tidak layak untuk kegiatan mencuci maupun mandi, sementara air hujan tidak semua warga menampung di rumah dan lagi air tersebut juga tidak layak konsumsi karena menimbulkan penyakit reumathik.

Ditambahkannya, pasokan air bersih yang disediakan perusahaan PDAM belum sepenuhnya masuk desa, dan hanya di sekitar Pasar Lubuk Jambi (Desa Koto Lubuk Jambi, Kelurahan Pasar Lubuk Jambi dan Banjar Padang), kalau daerah lainnya belum masuk air pam. Selain membeli air galon juga sering kali warga mencari air bersih ditempat lain yang belum terkena dampak banjir, karena kalau membeli air galon atau saringan, kondisi ekonomi warga saat ini menurun akibat aktivitas sehari - hari terganggu.

Hal ini disebabkan masyarakat Kuansing banyak ketergantungan dari hasil getah karet, musim hujan tiba bukan saja karet tidak bisa ditakik tetapi kebun terendam air atas luapan Sungai Kuantan. Ditambah lagi harga karet juga semakin merosot dan tidak bisa menutupi kebutuhan hidup sehari-hari.

"Jika tiga bulan berturut-turut hujan, maka ekonomi warga pasti terganggu, bukan saja tidak mampu beli air tetapi juga biaya sekolah anak warga tidak bisa dibayar," Tukasnya.

R24/red/zar 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru