riau24 Hadapi Persaingan Bebas, BRK Gelar Workshop Stategi Bersaing Ditengah Turbelensi | Berita Riau
Minggu, 17 Desember 2017

Hadapi Persaingan Bebas, BRK Gelar Workshop Stategi Bersaing Ditengah Turbelensi

0
Berita Riau -  Hadapi Persaingan Bebas, BRK Gelar Workshop Stategi Bersaing Ditengah Turbelensi
 
Pekanbaru, Riau24.com - Dalam rangka tingkatkan kemampuan menghadapi persaingan bebas, Bank Riau Kepri (BRK) menaja workshop yang bertajuk Stategi Bersaing Ditengah Turbelensi. Ini ditaja bertempat di Ballroom Dang Merdu BRK. 
 
BRK ini, langsung mengantisipasi terkait kondisi ekonomi global dan kondisi ekonomi Indonesia, tahun 2016 ini masih alami perlambatan pertumbuhan. Maka, dengan cara meningkatkan ini kompetensi dan sensitifitas atas kondisi ekonomi global berfluktuasi. Sehingganya jajaran pimpinannya selalu siap dan berkemampuan merubah tantangan atas gonjang-ganjing nya perekonomian saat ini.
 
BRK tidak tanggung-tanggung mengundang narasumber yang berkelas nasional dan sangat pakar dibidang ekonomi makro dan mikro yaitu Hartadi Sarwono Phd merupakan ahli dibidang riset ekonomi, dan jabatan pemerintah terakhir itu 2 kali periode sebagai Deputy Gubernur Bank Indonesia (2008-2013) dan pernah sebagai Plt Gubernur Bank Indonesia (2013).
 
Pensiun dari Bank Indonesia tahun 2013, ditunjuk sebagai Direktur Utama LPPI ( Lembaga Pendidikan Perbankan Indonesia) yang dibawah naungan Bank Indonesia, dan sejak Januari 2016 ditambah jabatannya oleh Pemerintah yaitu sebagai Komisaris Utama Bank BNI, untuk menggantikan Rizal Ramli yang telah diangkat menjadi Menko Kemaritiman dan ESDM. 
 
Workshop diselenggarakan Sabtu (13/2) di Ballroom Dang Merdu BRK. Workshop langsung dibuka Direktur Utama BRK DR. Irvandi Gustari. Hadir sebagai peserta dalam workshop ini seluruh Pemimpin Divisi, Pemimpin Desk, staff direksi, Pemimpin Cabang/Cabang Pembantu dan Pemimpin Kedai BRK. Selain itu turut hadir Komut BRK HR. Mambang Mit, Komisaris Independen BRK Sarjono Amnan, Direktur Operasional Deny Mulya Akbar, Direktur Kredit dan Syariah Afrial Abdullah, Direktur Dana dan Jasa Nizam dan Direktur Kepatuhan dan Manajemen Resiko Eka Afriadi.. 
 
Dalam kata sambutannya Irvandi menyampaikan workshop ini bertujuan agar jajaran pimpinan di BRK dapat lebih sensitif dan peka terhadap kondisi ekonomi global yang sedang tarik menarik dari berbagai kompenen item ekonomi makro maupun mikro dan juga workshop ini dapat dijadikan tambahan acuan dan wawasan dalam melakukan proses revisi atas Rencana Bisnis Bank (RBB) tahun 2016 dari BRK.
 
Dengan menggunakan asumsi yang lebih riil dan valid, serta RRB revisi yang dibuat juga dapat menjawab atas terjadinya dinamika dunia bisnis global yang belum jelas arahnya sampai dengan akhir semester 1 tahun 2016 ini. 
 
Hartadi menyampaikan diperlukan strategi pengembangan BPD yang tepat untuk meningkatkan daya saing, kuat, dan mampu berkontribusi secara signifikan bagi pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pada pembangunan ekonomi di daerah.
 
Menurut Hartadi, pendekatan transformasi BPD yang holistik mengintegrasikan tiga elemen terkait bank, pengawas dan stakeholders agar sasaran tercapai secara efektif. Tiga elemen tersebut bila dirinci lebih lanjut adalah Asbanda dan BPD bertanggung jawab sepenuhnya atas rumusan dan implementasi program transformasi, 
 
Kemudian ada OJK menfasilitasi perumusan kerangka dan monitoring implementasi program transformasi. Selanjutnya itu ada Stakeholders harus mendukung penuh yaitu Pemda menetapkan arah pengembangan bisnis, memilih pengurus, GCH dan permodalan BPD. Kemudian ada Kemendagri: kebijakan dan arah pengembangan bisnis serta GCG BPD. Lalu pihaknya DPRD harus mendukung pengembangan BPD, termasuk peningkatan permodalan. 
 
Selanjutnya Hartadi menegaskan BPD perlu membangun proses pendukung melalui sinergi Grup BPD. Sinergi itu dapat dilakukan di bidang produk dan pelayanan, IT, govenance, risk & Compliance, SDM, dan coporate culture sebagai dasar pertumbuhan perbankan. 
 
“Setiap BPD perlu menyambut baik Program Transformasi BPD ini dengan mempersiapkan diri sebaik-baiknya serta memantau dengan cermat faktor-faktor eksternal lingkungan strategis bank khususnya perkembangan ekonomi nasional dan dinamika ekonomi global yang dapat mempengaruhi kelangsungan implementasi program transformasi,” ujarnya.
 
Program transformasi merupakan momentum tepat bagi setiap BPD untuk mempersiapkan rencana strategis berikut rencana aksi yang diperlukan sehingga dapat meningkatkan daya saing, kuat dan mampu berkontribusi secara signifikan bagi pertumbuhan ekonomi dan pemerataan di daerah. 
 
Pada kesempatan ini Hartadi juga mengatakan, perekonomian saat ini ditengah dinamika global. Dan prospek ekonomi ditahun 2016 ini masih penuh tantangan, kendati diperkirakan lebih baik dari 2015. Tantangan kondisi global saat ini bersumber dari kenaikan ekonomi dunia yang belum kuat.
 
Harga dari komoditas cenderung turun dan divergensi kebijakanya moneter global, termasuk halnya dampak kenaikan suku bunga AS. Tantangan dari domestik berkaitan dengan terbatasnya ruang fiskal dan ruang pelonggaran kebijakan moneter, dampak kebijakan struktural yang belum signifikan. Tahun 2016 merupakan momentum bagi kebangkitan perekonomian. Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi meningkat menjadi 5,1% dan inflasi 4,4 %. 
 
Kombinasi dinamika dan risiko gejolak pasar keuangan global yang disertai kelemahan struktur perekonomian nasional mengakibatkan tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi, neraca pembayaran, nilai tukar rupiah dan inflasi. “Diperlukan strategi bisnis yang matang dan eksekusi kebijakan yang tepat agar dapat memanfaatkan peluang pemulihan ekonomi kedepan” tutupnya. 
 
R24/rul/rls
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru