riau24 Potensi Besar Belum Terkelola Maksimal | Berita Riau
Selasa, 19 Desember 2017

Potensi Besar Belum Terkelola Maksimal

0
Berita Riau -  Potensi Besar Belum Terkelola Maksimal
Kuansing, Riau24.Com - Kabupaten Kuantan Singingi memiliki banyak
potensi wisata, baik wisata alam, sejarah maupun budaya. Akan tetapi
kondisinya saat sekarang ini kurang terawat dan dikelola secara
maksimal. Akibatnya potensi wisata yang dimiliki kuansing seakan
terabaikan, alias pepatah  hidup segan matipun tak mau.

Berdasarkan pantauan Riau24.Com dilapangan, puluhan potensi wisata
yang dimiliki Kuansing tersebar di berbagai wilayah kuansing, seperti
wisata alam terdapat air terjun lima tingkat guruh gemurai desa Kasang
Kecamatan Kuantan Mudik, Air Terjun tiga tingkat Pati Soni Desa Cengar
Kuantan Mudik, Air Terjun Satu Tingkat kawasan Bukit Betabuh Desa
Kasang Kecamatan Kuantan Mudik, Air Terjun baru satu tingkat desa
pangkalan kecamatan Pucuk Rantau, Air Terjun tujuh tingkat Batang
Koban Kecamatan Hulu Kuantan, Sumber Air panas Desa Sungai Pinang
Kecamatan Hulu Kuantan, panorama alam Bukit betabuh Kuantan mudik,
panorama alam dan Danau Kebun Nopi Bukit pedusunan Kuantan Mudik,
Panorama alam Bukit Cokiak dan Rimbang Baling Kecamatan Singingi,
Panorama alam hutan margasatwa Sentajo Raya.

Untuk wisata sejarah terdapat beberapa peninggalan kerajaan seperti
bekas kerajaan kandis sangau, istana dhamna di kawasan bukit betabuh
kasang, goa sosopan desa koto lubuk jambi, goa macan di cengar, goa
bunian di teratak bukit kauman, batu gong di alai atau sungai batang
antan aur duri kecamatan kuantan mudik, kemudian batu lipat kain dan
bekas jalan rel kereta apis erta tapak malin kundang di hulu sungai
kuantan kecamatan hulu kuantan. Rumah adat di setiap kenegerian di
kuansing yang di buat di era tahun 1800.

Selanjutnya bila di lihat potensi wisata budaya kuansing memiliki
banyak obyek wisata budaya seperti tradisi pacu jalur yang di gelar
setiap tahun baik di event nasional maupun event kecamatan, tradisi
perahu baghanduang (perahu digandeng tiga) di kuantan mudik, perahu
kajang, perahu sompur, tradisi batobo serta berbagai tradisi lainnya
yang saat ini masih tetap asri dan dilaksanakan oleh masyarakat
kuansing.

Apabila potensi wisata yang dimiliki oleh Kuansing dikelola dengan
baik dan maksimal, sudah barang tentu akan dapat meningkatkan
pendapatan asli daerah (PAD) dan masyarakat tempatan (sekitar obyek
wisata), akan sejahtera dan juga dapat mengurangi pengangguran karena
banyak dibutuhkan tenaga kerja serta bakal membuka peluang pasar dan
home industry, begitu juga tour and travel atau biro perjalanan wisata
tentu akan tumbuh dengan suburnya.

Kondisi wisata kuansing sangat berbeda dengan provinsi Sumatera barat,
dimana para kunjungan wisatawannya membludak, dimana setiap hari libur
dan akhir tahun banyak sekali dikunjungi para wisatawan baik lokal
maupun mancanegara. Sementara di kuansing hanya boleh di bilang
segelintir orang maupun ratusan orang yang mau berkunjung ke obyek
wisata kuansing. padahal bila dibandingkan dengan potensi wisata yang
dimiliki Sumbar, kuansing tidak kalah menarik dan memiliki primadona
yang cerah di masa mendatang.

"Saya memandang potensi wisata yang dimiliki Kuansing, sangat besar
akan tetapi pemkab maupun dinas pariwisata belum mengelola secara
maksimal, sehingga para wisatawan kurang berminat untuk
mengunjunginya," Ungkap salah satu warga Kuansing Suzanna Hadi yang
berdomisili di Jepang.

Menurutnya, Pengelolaan objek wisata harus transparan, teratur dan
berkelanjutan, harus didukung dengan peraturan daerah untuk lebih
legal karena harus ada kucuran dana APBD untuk peningkatan fasilitas
pendukung, sehingga objek wisata tumbuh dan menjadi salah satu icon
daerah yang bernilai tinggi. Kuansing memilik kepariwisataan cukup
besar di Riau, baik objek wisata alam, budaya, sejarah dan kuliner
terutama dibagian utara dan barat yakni kawasan eks Kuantan Mudik dan
Antau Singingi dan potensi ini dapat menjadikan daerah tujuan utama
wisata (DTW) Riau.

"Saya pulang kekampung halaman dan melihat berbagai obyek wisatanya,
ternyata kok masih seperti dulu saja yang tidak terkelola dengan
optimal,"  Paparnya.

Sementara, Dosen Universitas Islam Kuantan Singingi IR, Nariman Hadi,
MMA menyebutkan, ada kawasan yang sebahagian berada di kaki Bukit
Barisan, memunculkan objek wisata yang layak jual misalnya air terjun
Guruh Gemurai, air terjun tujuh tingkat Batang Koban, air terjun Pati
Soni dan Pemandian Air Panas serta Air Terjun Ulu Lembu, air terjun
dikawasan Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Baling.

"Objek wisata religi juga ada yakni makam ulama besar seperti Syek
Muhmamad Hadi dan Buya Marifat Mardjani di Sungai Alah, makam syeh
kramat di pasar Rakyat Teluk Kuantan, syeh Soleh Inuman, Syech Ahmad
Bunda Muara Lembu," Ujarnya.

Nariman juga menceritakan, peningkatan objek wisata itu harus
berkelanjutan dan terkontrol karena tanpa itu sulit untuk menjaganya,
jika memungkinkan pemerintah daerah membuat perturan khusus kelola
wisata sesegeranya di ditetapkan oleh DPRD, selama ini sejumlah
wisatawan luar daerah sudah mengenal indahnya Kuansing.

"kita juga memiliki beberapa obyek wisata menarik yakni kawasan
larangan menangkap ikan di desa Pangkalan Indarung kecamatan singingi,
arena venue dayung Kebun Nopi dan Kota Teluk Kuantan," Tukasnya.

R24/red/zar
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru