riau24 8.008 Hektar Sawah Terendam | Berita Riau
Minggu, 17 Desember 2017

8.008 Hektar Sawah Terendam

0
Berita Riau -  8.008 Hektar Sawah Terendam
Kuansing, Riau24.Com -  Akibat banjir yang melansda wilayah Kabupaten Kuantan Siningi pada senin malam (8/2) dan sudah dua kali terkena banjir selama tahun 2016 ini, menyebabkan sudah mencapai 8.008 hektare lahan sawah terendam banjir, dan tentu saja akan terkena puso atau gagal panen, dan tentu saja akan mengganggu produksi beras tahun 2016.

Salah satu pengamat Pertanian Kuansing, Ir. Nariman Hadi, MMA, menyebutkan, bahwa akibat banjir yang melanda kuansing selama dua kali di tahun 2016 ini, tentu saja menjadi ancaman bagi lahan pertanian khususnya tanaan padi petani. Karena bisa berdampak fuso atau membusuk apabila terendam lebih dari lima hari oleh air banjir.

Sebab, beberapa tanaman padi yang rusak dan mulai menguning terlihat jelas di hamparan lahan Desa Sitorajo Kuantan Tengah dan Pisang Berebus Gunung Toar, dimana tanaman padi yang baru siap tanam telah mulai membusuk dan layu serta tidak hijau lagi. Belum lagi di beberapa daerah lainnya di kuansing ini, dan ini tentu saja menandakan tanaman padi telah mulai rusak sehingga petani akan mengalami kerugian yang
sangat besar, ujarnya.

Oleh karena itu, Pemkab melalui Dinas Tanaman pangan harus dapat melakukan solusi dan upaya agar petani tidak mengalami kerugian yang sangat besar di tengah anjloknya harga karet dan sawit di negeri ini. Sebab jika tidak demikian, sudah barang tentu petani sudah jatuh ketimpa tangga, ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Tanaman Pangan Kabupaten Kuantan Singingi, Ir. H. Maisir yang dihubungi wartawan menyebutkan bahwa Luas areal lahan pertanian yang terkena banjir mencapai 9.433 hektare, 80 persen terendam air.

Menurutnya, Walaupun air di sebahagian wilayah sudah terlihat surut, namun dampak dari banjir sejak dua bulan terakhir telah merendam lahan persawahan khususnya telah ditanam padi oleh masyarakat petani. Masyarakat akan kehilangan bibit, diperkirakan rugi besar, jika hal ini tidak bisa teratasi maka produksi beras petani menurun yang sangat
berdampak kepada kesejahteraan petani di sejumlah wilayah.

"Kami akan selalu turun ke lapangan, mendata kerugian petani," Paparnya.

Ditambahkannya, Usia tanaman padi rata-rata berkisar dua hingga tiga minggu, banjir telah memporak-porandakan lahan pertanian petani yang diperkirakan bibit padi akan layu dan mati hal ini sangat terlihat jelas di wilayah Kuantan Mudik, Gunung Toar dan lahan di daerah aliran sungai. Berdasarkan data yang telah diterima, paling banyak terendam
banjir di wilayah Benai dengan luas mencapai 1.501 hektare, Gunung Toar seluas 1.380 ha, Kuantan Tengah seluas 1.260 dan Pangean seluas 1.140 ha.

Nasib sedih dialami oleh salah seorang petani sawah Jarwa (56), lahan sawah miliknya sudah terendam air akibat luapan Sungai Kuantan, biaya yang dikeluarkan sudah mencapai jutaan rupiah proses lahan padi tersebut.

"Saya rugi, maka diyakini ekonomi keluarga terancam," ujarnya sedih.

Jarwa meminta kepada Instansi terkait untuk memberikan bantuan kepada sejumlah petani agar bisa mengolah dan menanam padi kembali di areal lahan setelah banjir reda,  saat ini bukan saja warga berharap bantuan sembako, makanan, selimut dan tenda tetapi bekal untuk pertanian.

"Perhatian perusahaan yang beroperasi juga dibutuhkan sebagai bentuk kepedulian sosial sehingga dapat mengurangi penderitaan warga," ucapnya.

Perusahaan perkebunan sangat banyak beroperasi di wilayah Kuansing, tetapi hanya beberapa saja yang telah menyalurkan bantuannya, ke depan diminta instansi terkait menagajak manajemen perkebunan untuk menyalurkan bibit dan benih padi, Tukasnya.


R24/red/zar
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru