riau24 Pilkada, Mimpi dan Rasa Keadilan Yang Terluka | Berita Riau
Senin, 11 Desember 2017

Pilkada, Mimpi dan Rasa Keadilan Yang Terluka

0
Berita Riau -  Pilkada, Mimpi dan Rasa Keadilan Yang Terluka

Inhu, Riau.com –  Pilkada tidak langsung alias dipilih oleh dewan bisa menghemat ongkos politik, bisa menekan maraknya korupsi, dendam politik oleh Kepala Daerah terpilih tidak ada yang dikorbankan dan biasa jadi korban adalah oknum pejabat dan oknum rakyatnya. Semoga DPR RI, Pemerintah dan KPU sepakat merevisi Undang-undang tersebut.

Manis memang manis janji pengusaha sawit maupun janji manis saat janji kampanye pemilihan umum DPR RI/DPD/DPRD, pemilihan Presiden, Pemilukada Gubernur, Bupati/Walikota hampir diserata Republik ini. Namun adakah janji-janji manis sebelum berkuasa kini dapat ditunaikan ? Kini, diantara Realita, kita adalah bagian dari Republik ini yakni Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau. Kita berharaf semoga saat ini dan ke depan di Inhu para penguasanya  dan pembantu-pembantunya di seluruh SKPD bisa berjalan di atas rel sesuai dengan Undang-undang dan sesuai harapan mayoritas  rakyat Inhu di saat janji-janji politik saat kampanye Pilkada Bupati Inhu. Semoga perbedaan saat Pilkada ditanggapi dengan arif dan bijaksana tidak ada balas dendam politik demi masa depan Inhu yang lebih maju dan tidak ketinggalan dari daerahlain yang lahir di era reformasi. Karna semua pejabat di Pemkab Inhu maupun semua golongan rakyat Inhu adalah warganegara Re[ublik Indonesia. Seperti diungkapkan salah seorang rakyat daerah ini, Bujang.

Beber Bujang, pejabat atau Negara di manakah kamu ? Seringnya menjerit hati rakyatmu dalam berbagai himpitan permasalahan, adakah kamu hadir ? Namun, realitanya menunjukkan banyak kepentingan dan kemaslahatan rakyat yang terabaikan atau sengaja diabaikan. Pelayanan dan pengurusan kepentingan rakyat sering hanya menjadi janji politik yang juh dari realitanya, semata-mata untuk mempertahankan kekuasaan dan jabatan diantara mereka. Apakah kita melihat realita di Inhu bak kata syair lagu raja dangdut Rhoma Irama ? “Yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin. Selama korupsi semakin menjadi-jadi, jangan diharapkan kemakmuran yang merata,” ungkapnya.

Kalau sudah begini, sampai kapan rakyat yang terabaikan merenungkan nasibnya, janji manis dan keadilan hanya mimpi ? lalu apa kata Frederic Nitze ? Realitas hukum saat ini seperti apa yang diramalkan seorang filosof Jerman Frederic Nitze. Saat ini sistem hukum tidak berpihak kepada keadilan. Hukum cenderung berpihak kepada kelompok tertentu yang memiliki duit dan kekuasaan. Untuk menggambarkan realita hukum dan elite politik saat ini sudah diramalkan filosof bahwa pada suatu saat akan terjadi kembali zaman atheisme di mana manusia akan menemukan kesadaran tentang ketidakadaan Tuhan. Semua realitas sudah tidak mau masuk akal sehat .

Hukuman dan tuntutan ringan kepada oknum koruptor oleh oknum hakim dan oknum jaksa jelas melukai perasaan hati rakyat Republik ini. Kenapa tidak, jika rakyat miskin melanggar hokum malah dipenjara hamper sama dengan oknum koruptor yang maling uang Negara milyaran rupiah. Undang-undang harus direvisi atau dibuat Undang-undang khusus oleh DPR RI di Senayan. Intinya jika seseorang melakukan tindak pidana korupsi maling uang Negara di atas Rp1 Milyar maka oknum koruptor tersebut harus dihukum tembak mati beserta keluarganya yang ikut menikmati uang haram hasil dari maling uang Negara tersebut.

Jangan ada alasan HAM. Jika alasan HAM, mengapa terpidana narkoba dan terpidana teroris Negara bisa menghukum tembak mati. Dan gaji para pejabat Negara harus sebanding dengan tuntutan biaya hidup mereka. Disamping itu, di dalam Undang-undang tersebut seharusnya dibuat poin-poin khusus juga, intinya jika oknum jaksa tuntutannya ringan atau putusan ringan oleh oknum hakim dan tidak sesuai dengan apa yang dilakukan oleh oknum koruptor maka oknum jaksa dan oknum hakim harus diberi hukuman berat dan jangan hanya dipecat dari jabatannya. Nah inilah caranya untuk menekan lajunya meling uang Negara. “ Kalau tuntutan dan putusan ringan bagi sang koruptor, maka rakyat tidak akan takut untuk melakukan korupsi, Cuma tidak punya kesempatan untuk melakukan korupsi maling uang Negara,” terangnya.

R24/red/hmn

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru