riau24 Tindak Lanjut Rekomendasi Pansus DPRD Inhu Dipertanyakan | Berita Riau
Senin, 11 Desember 2017

Tindak Lanjut Rekomendasi Pansus DPRD Inhu Dipertanyakan

0
Berita Riau -  Tindak Lanjut Rekomendasi Pansus DPRD Inhu Dipertanyakan

Inhu, Riau24.com - Di era Bupati Indragiri Hulu (Inhu), Riau, Yopi Arianto-Harman Harmaini telah dibentuk pansus dari DPRD Inhu untuk mengusut berbagai permasalahan di PT. Duta Palma Group di Inhu. Namun rakyat bertanya sampai ke mana kini hasil Pansus tersebut ? Seperti diungkapkan salah seorang rakyat Inhu, pak Midi.

Dari dokumen hasil Pansus DPRD Inhu kata pak Midi, tahun 2013 silam terungkap hasil pandangan berbagai Fraksi DPRD Inhu, diantaranya pandangan Fraksi Perjuangan Bersama mengenai perusahaan Duta Palma Group bahwa terhadap perusahaan yang beroperasi tanpa mengantongi ijin Pelepasan Kawasan Hutan agar Bupati dengan tegas menghentikan aktifitas serta mencabut ijin yang telah dikeluarkan diantaranya ; PT. PS, PT. BAY, PT. SS, PT. PAL, dan PT. BBU.

Sementar rekomendasi DPRD Inhu, poin (1) diminta kepada Bupati Indragiri Hulu Untuk melakukan revisi terhadapKeputusanBupatinomor : 91 Tahun 2007 tgl 26 Februari 2007 tentang izin usaha perkebunan A n. PT. PS dari luas 14,144 hektar menjadi luas maksimal 10,000 hektar.

Poin (2) diminta kepada Bupati Indragiri Hulu agar dapat memberi peringatan keras kepada PT. PS untuk patuh dan melaksana kan Keputusan Bupati nomor : 180 Tahun 2010 tgl 8 Juli 2010 tentang perpanjangan dan revisi izin lokasi untuk pembangunan kebun kelapasawit menjadi luas 10,000 hektar atas nama PT. PS. Dan apabila telah diperingatkan, namun pemegang izin tersebut tidak mentaati klausul yang tertera dalam Surat Keputusan dimaksud, maka agar Bupati mencabut izin lokasi dan izin usaha perkebunan yang telah diterbit kan.

Seterus nya poin 3, 4, 5, 6, 7 dan angka (8) Apa bila dalam 3 (tiga) bulan sejak rekomendasi Pansus ini ditetap kan ketentuan poin 2 dan atau 3, 4 di atas tidak diindah kan oleh perusahaan pemegang izin tersebut, maka agar Bupati mencabut izinlokasi dan izin usaha perkebunan (IUP) yang telah diterbitkan, serta menghentikan seluruh aktifitas perusahaan di atas kawasanhutan tersebut.

Sementara dalam dokumen Pansus DPRD Inhu tertuang tanggapan Bupati Inhu atas Pansus DPRD Inhu terhadap PT. Duta Palma Group pada angka (5) PT. PS pada huruf (f) Pola-pola pengembangan lain nya yang sering menguntungkan, memperkuat, membutuh kan antara petani perkebunan dengan perusahaan perkebunan berdasarkan Keputusan Bupati Indragiri Hulu nomor : 180 Tahun 2010 tentang perpanjangan dan revisi Izin Lokasi untuk pembangunan kebun kelapa sawit an. PT. PS, areal PT. PS telah direvisi menjadi 10,000 hektar. Berdasar kan Keputusan rapat dengan pihak Duta Palma Group tanggal 26 April 2012 terhadap areal seluas 4,000 hektar, PT. PS bersedia membangun kebun kemitraan di sisi sebelah selatan dari izin lokasi.Terhadap areal yang menjorok keutara seluas 4,000 hektar, PT. PS tidak bersedia melakukan pembangunan kebun kemitraan.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2013 yang ditandatangani pada 13 Mei lalu, melanjutkan penundaan pemberian izin baru hutan alam dan lahan gambut yang berada di hutan konservasi, hutan lindung dan produksi untuk jangka waktu 2 (dua) tahun ke depan.

Dalam Inpres yang ditujukan kepada Menteri Kehutanan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Kepala Uni Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4), Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Ketua Badan Koordinasi Penataan Ruang nasional, Kepala Badan Informasi Geospasial, Ketua Satgas Persiapan Pembentukan Kelembagaan Redd+, para Gubernur dan para Bupati/Walikota itu, Presiden SBY tegas menyebutkan agar penundaan pemberian izin baru juga dilakukan di area penggunaan lain sebagaimana tercantum dalam Peta Indikatif Penundaan Izin Baru. R24/red/hmn

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru