riau24 Waduh........Perjokian Perjalanan Dinas di DPRD Riau, Diduga Lagi Marak | Berita Riau
Sabtu, 16 Desember 2017

Waduh........Perjokian Perjalanan Dinas di DPRD Riau, Diduga Lagi Marak

0
Berita Riau -  Waduh........Perjokian Perjalanan Dinas di DPRD Riau, Diduga Lagi Marak
Pekanbaru, Riau24.com - Setakat ini diduga kembali maraknya akan praktek perjokian pada perjalanan dinas anggota DPRD Riau. Dalam hal ini, praktek perjokian disinyalir melibatkan para staf Sekwan dan pihak luar, maupun tenaga honor dilingkungan instansi ini.
 
Sebenarnya masalah perjokian ini bukan sesuatu hal baru. Pasalnya pada berapa tahun silam itu, juga telah pernah dipublikasi. Tapi, kini kembali marak setelah itu sempat meredam. Perjokian perjalanan ini menjadi bukti moral maupun serta akhlak sangat rendah sekali.
 
Pasalnya, dengan sangat mudah mereka menyerahkan tugas serta tanggungjawab ini pada pihak lain dengan cara tidak benar dan juga sangat bertentangan dengan hati nurani. Sehingganya, jadi sorotan elemen masyarakat di Riau. Yang minta praktek ini dihentikan.
 
Kondisi perjokian ini, yang sesuai data dihimpun wartawan, dimana ini diketahu saat hari-hari tertentu akan terlihat sepi para staff yang bekerja di instansi ini. Umumnya, para joki bertugas melegalkannya tiket pesawat. Biasa yang dipakai itu maskapai Lion, dan Batik.
 
Dimana ini, sesuai pantauan saat di Bandara SSQ II Pekanbaru ini. Bahkan, masalah perjokian inipun hangat pembicaraan para staff di instansi tersebut. Terutama disaat berada di kantin DPRD Riau yang sibuk membicarakan kepastianya berangkat, serta persentase.
 
Terkait ini, elemen masyarakat di Riau mempertanyakan terjadinya hal itu. Seperti yang disampaikan Direktur Indonesian Development Monitoring (IMD) R Adnan, ketika dihububungi. "Mestinya dihentikan oknum staff Sekwan maupun dari pihak menjadi joki," katanya.
 
Dia mengakui, mendapat laporan menyebutkan adanya hal praktek perjokian tersebut. Tetapi didalam membuktikan hal ini memang sulit karena perjalanan dinas daripada anggota DPRD Riau, ke luar kota ini biasanya dilakukan yang tanpa sepengetahuan masyarakat.
 
“Kami, sebagai masyarakat Riau dengan ini meminta agar praktek seperti ini dihentikan. Oknum staf Sekwan maupun pihak luar yang biasanya jadi joki ini sudah harus menghentikan. Belajarlah kasus-kasus ‘uang lelah’ atau korupsi di PON ditangani KPK," ujarnya.
 
Karena sebut R Adnan, namanya 'busuk' apapun itu dipastikan bisa terungkap nantinya. Sehingga itu,
nantinya bisa berdampak hukum. Dan semestinya didalam masalah ini, Sekwan Riau bersikap. Sebab tidak mungkin ini, keberangkatan (perjokian) tidak diketahuinya.
 
"Sekedar mengingatkan, Sekwan Riau untuk mengawasi ada hal ini (stafnya, red) untuk tidak terlibat dalam praktek perjokian tersebut. Bagaimanapun, staf Sekwan dan pihak-pihak yang terlibat didalam perjokian merupakan bagian tidak tepisahkan ini korupsi," ujarnya.
 
R24/rul
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru