riau24 Dana Pengolahan Lahan Dinilai Tidak Wajar | Berita Riau
Rabu, 13 Desember 2017

Dana Pengolahan Lahan Dinilai Tidak Wajar

0
Kepala Dinas Tanaman Pangan Kabupaten Kuantan Singingi, Ir. H. Maisir
Berita Riau -  Dana Pengolahan Lahan Dinilai Tidak Wajar
Kuansing, Riau24.com - Para petani yang telah melakukan penanaman padi di berbagai wilayah di Kabupaten Kuantan Singingi, menilai bahwa biaya pengolahan lahan yang telah diterima petani dinilai tidak wajar. Sebab petani hanya memperoleh biaya pengolahan lahan sangat minim dan tidak sesuai dengan semestinya, padahal biaya untuk pengolahan lahan mencapai  Rp 1,2 juta per hektar. Namun yang diterima petani hanya berkisar Rp 400.000,- per hektar.

"Saya cuma dapat Rp 120.000,- untuk lahan ukuran 16 meter x 130 meter" ungkap Ety (46) salah satu petani di hamparan persawahan Desa Kinali Kecamatan Kuantan Mudik.

Menurutnya, dana yang diterimanya tersebut juga dipotong untuk pembelian pupuk sebesar Rp 40.000,- sehingga otomatis hanya tersisa sekitar Rp. 80.000,- lagi.

" Mana cukup dana sebesar itu untuk biaya pengolahan lahan, yang selama ini mencapai Rp 400.000,-" paparnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Mulid (46) salah satu petani dihamparan Padang Seberang Pantai, bahwa biaya pengolahan lahan bantuan pemerintah itu dinilai tidak wajar, katanya besar tapi petani cuma dapat sedikit dan tidak sesuai dengan harapan.

"Mana cukup dana sebesar itu untuk mengolah lahan, kecuali kalau lahannya satu petak alias ukuran 10 meter x 10 meter," tambahnya.

"Bukankah anggarannya besar dari pemerintah tapi yang jatuh ke petani sangat sedikit sekali dan tidak cukup untuk biaya mengolah lahan. Akibatnya petani harus menutup sendiri di saat harga karet semakin anjlok harganya dan harga sembako semakin melambung" sebutnya.

Jadi yang perlu dipertanyakan, dimana letak kepedulian pemerintah terhadap petani, apakah petani selalu dijadikan barang mainan demi menguntungkan kalangan tertentu.

Sementara Kepala Dinas Tanaman Pangan Kabupaten Kuantan Singingi, Ir. H. Maisir yang dihubungi menyebutkan bahwa bantuan pengolahan lahan
memang Rp 1,2 juta dan termasuk untuk biaya pupuk serta pengolahan
lahan.

"Untuk pupuk dianggarkan Rp 800.000,- dan biaya pengolahan Rp 400.000,- per hektar," paparnya.

"Sebab pupuk yang diterima petani berupa pupuk Urea dan NPK serta pupuk
organik ( kompos)" tukasnya.

R24/red/zar
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru