riau24 Sejumlah Guru SMAN 1 Merbau Keluar Surat Pengajuan Sikap | Berita Riau
Selasa, 12 Desember 2017

Sejumlah Guru SMAN 1 Merbau Keluar Surat Pengajuan Sikap

0
Berita Riau -  Sejumlah Guru SMAN 1 Merbau Keluar Surat Pengajuan Sikap
Meranti, Riau24.com - Sejumlah guru Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Merbau menolak kebijakan terhadap Kepala Sekolahnya Tati Wahyuni,S.Pd, atas penerimaan salah seorang guru Bimbingan Konsling (BK) bernama Ister Desiyana Pangaribuan beberapa waktu yang lalu.
 
"Menurut informasi yang didapati Riau Pesisir kebijakan yang diambil Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Negeri 1 Merbau dalah penerimaan guru BK non Islam itu tanpa dilakukan koordinasi dengan pihak Komite sekolah tersebut, dan diduga tidak adanya koordinasi atau musyawarah bersama dengan sejumlah majlis guru sekolah disana.
 
"Sehingga sempat terjadi pertanyaan besar ditengah masyarakat, karena mayoritas siswa di sekolah SMA Negeri 1 Merbau itu diperkirakan hampir 90 persen lebih tergolong mayoritas siswanya Islam, hanya beberapa orang saja siswanya non Islam, ungkap salah seorang warga tempatan yang minta jati dirinya dirahasiakan menyesal atas kebijakan tersebut.
 
"Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Merbau Tati Wahyuni,S.Pd saat dikonfirmasi Riau24.com melalui wakil kesiswaan sekolahnya Solikin,S.Pdi, diruang kerjanya Rabu (17/2/2016) mengatakan, pada awalnya yang bersangkutan sempat mengajukan permohonan kepada pihak sekolah, ucapnya menambahkan. Solikin menuturkan, semulanya permohonan yang bersangkutan sempat kami endapkan hampir 1 (satu bulan) belum kami rerpon, karena kami memikirkan non islam.
 
"Diakuinya, kami banyak berpikir kesana, karena mayoritas kita islam, katanya, hampir di sekolah ini siswanya 90 persen lebih beragama Islam, namun yang bergama non Islam hanya beberapa orang saja, sebut Solokin mengakui Kepseknya tidak berada di tempat.
 
"Namun demikian, kata Solikin lagi, mengingat kebutuhan sekolah sehingga kami mengenyampingkan non Islam itu. Awalnya Ister Desiyana sempat kita terima, koordinasi atasan kita ada sama saya, namun dengan majlis guru terus terang tidak ada konsultasinya, papar Solikin seraya mengaku direncanakan guru honor BK ini dibayar dengan Dana DOP sekolah itu sendiri.
 
"Diakuinya, setelah guru BK ini masuk tiga hari kemudian, muncul penolakan dari kalangan masyarakat, namun wakil kesiswaan itu tidak menjelaskan secara rinci masyarakat yang mana menolak keberadaan guru BK tersebut.
 
"Dia menjelaskan, terkait penerimaan guru BK ini pihak Komite yang mewakili masyarakat atau wali kelas, yakni pak Arfan, dan Ali Indra sempat mendatangi kami, menolak penerimaan itu, dengan alasan tidak ada koordinasi dengan komite yang mewakili orang tua wali sekolah disini, tutur Solikin menjelaskan. 
 
"Dibeberkannya, setelah datang Komite mewakili masyarakat, maka kami mengambil sikap, dimana sikap yang kami ambil berdasarkan rapat komite dan masyarakat menyampaikan, bahwa guru honorel BK tersebut (Ister Desiyana,red) kami keluarkan dari sekolah ini, kata Solikin mengakui, surat pengajuan sikap yang ditujukan oleh sejumlah guru itu kepada Kepala Sekolah, kabarnya, ada di tangan yang bersangkutan (Ister Desiyana,red).
 
Solikin mengakui lagi, atas penerimaan ini, sejumlah guru di sekolah ini sempat mengeluarkan surat pengajuan sikap, yang ditujukan kepada Kepala Sekolah (Tati Wahyuni,red), inilah yang menjadi polimik di sekolah kami saat ini, kesal Solikin.
 
"Dipaparkannya, awalnya yang bersangkutan (Ister Desiyana,red) sempat menolak dirinya tidak diterima dengan alasan itu, dan sempat dia (Ister Desiyana,red) mengeluarkan kata-kata kepada saya apa artinya "Pancasila", sebenarnya keluar atau tidaknya surat pengajuan sikap, kami tetap mengambil sikap terkait persoalan ini, tegas Solikin. 
 
"Terus terang, katanya, kami belum ada mengeluarkan SK maupun sejenis surat penyataan apapun terhadap penerimaan guru honorel BK ini, tutup Solih mengakhir konfirmasi awak media ini diruang kerjanya.
 
"Sementara Ketua Komite SMA Negeri 1 Merbau, Drs Chairum Arfan, MM saat dikonfirmasi terkait penerima guru honor BK tersebut ketika ditemui di Masjid Al-Ihsan Teluk Belitung Rabu (17/2/2016) mengatakan, persoalan itu sudah kita selesaikan secara internal, yang salahnya Kepala sekolah itu dalam hal, katanya, sama sekali tidak pernah koordinasi.
 
"Diakuinya, kita sudah menyarankan agar memfungsikan saja guru BK yang ada di sekolah itu, jawab Arfan. Sedangkan, guru honorel BK (Ister Desiyana), terkait hal ini belum dapat ditemui, dan belum berhasil di konfirmasi awak media ini.

R24/red/ndi 
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru