riau24 Perbaikan Bendungan Kebun Nopi Dibatalkan | Berita Riau
Kamis, 14 Desember 2017

Perbaikan Bendungan Kebun Nopi Dibatalkan

0
Bendungan Kebun Nopi ternyata gagal diperbaiki.
Berita Riau -  Perbaikan Bendungan Kebun Nopi Dibatalkan
Kuansing, Riau24.com - Rencana perbaikan bendungan kebun nopi Desa Bukit pedusunan Kecamatan Kuantan Mudik Kabupaten Kuantan Singingi, yang direncanakan akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2016 ini, ternyata batal dilaksanakan.

Hal ini disebabkan, pemerintah Pusat tidak bersedia menganggarkan untuk dilaksanakan pada tahun anggaran 2016 ini, padahal DED dan survey lokasi rencana pembangunannya sudah dilaksanakan. Padahal Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) telah melaporkan ke Kementrian
PU di Jakarta dan Balai Besar Sumatera III yang berkantor di Jalan Cut Nyak Dien Pekanbaru, dengan harapan agar DAM bendungan ini kembali dibangun baru, karena mengingat pembangunan sebelumnya ambruk setelah dibangun.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) H. Azwan, S.Sos, melalui Kepala Bidang SDA H. Erwan, S. Sos yang dihubungi diruang kerjanya membenarkan hal tersebut. Bahwa usulan pembangunan bendungan kebun nopi yang bakal di bangun tahun 2016 mulai dari tempat
lokasi ambruknya bendungan sampai ke Desa Pulau Binjai yang lebih kurang sekitar 4 km.

"Benar kita dapat informasi dari Balai Besar Sumatera III, mengenai dibatalkannya rencana pembangunan bendungan kebun nopi pada tahun anggaran 2016 ini, akan tetapi kita dan Balai Besar Sumatera III tetap terus mengupayakan agar dilakukan pembangunannya di tahun 2017
mendatang," paparnya.

"Meskipun upaya untuk melakukan pembangunan gagal dilaksanakan pada tahun anggaran 2016 ini, tidak membuat putus asa namun akan terus diusulkan sampai dapat terkabul," ujarnya.

"Mudah-mudahan di tahun anggaran 2017 nanti, pemerintah pusat bersedia mengalokasikan anggarannya, karena sangat mendesak dan dibutuhkan untuk kepentingan orang banyak. Sebab air bendungan kebun nopi dipergunakan oleh petani untuk mengairi areal persawahan dan
perikanan (tambak ikan) yang meliputi lima desa yakni, Desa Bukit Pedusunan, Luai, Seberang Pantai, Rantau Sialang dan Pulau Binjai," tuturnya.

Sementara jika dilakukan melalui APBD Kuansing, tentu saja tidak bisa karena minimnya anggaran. Sebab untuk melakukan pembangunan bendungan tersebut, sangat perlu penanganan serius, sehingga sangat perlu dibongkar habis dan dibuatkan jalan disisi bendungan bagi warga yang
hendak pergi ke kebun, sehingga diperkirakan membutuhkan dana lebih kurang Rp. 18 Milyar. "Dana tersebut tidak mampu melalui APBD Kuansing, dan juga tidak bisa dilakukan tambal sulam atau perbaiki bagian yang jebol saja, akan tetapi sangat perlu di bongkar habis kembali seluruhnya, jika tidak demikian tentu saja pekerjaan akan menjadi sia-sia belaka," ujar Erwan.

" Untuk membongkar habis bendungan dan pembuatan jalan disisi bendungan, membutuhkan dana sekitar Rp. 18 Milyar," tukasnya.


R24/red/zar
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru