riau24 3.500 M Tebing Kritis di Kuansing | Berita Riau
Minggu, 17 Desember 2017

3.500 M Tebing Kritis di Kuansing

0
Salah satu Tebing yang longsor dan telah mulai runtuh
Berita Riau -  3.500 M Tebing Kritis di Kuansing
Kuansing, Riau24.com - Hampir seluruh tebing sungai batang Kuantan saat sekarang ini dalam kondisi kritis, dan terindikasi sangat rawan serta membuat resah warga yang berada di pinggiran Sungai Batang Kuantan. Sebab panjang sungai batang kuantan yang lahannya sangat kritis sekitar 3.500 meter.

Namun untuk memperbaiki lahan tebing kritis tersebut, dibutuhkan dana yang sangat besar yakni mencapai Rp 122,5 Milyar, sementara anggaran yang dimiliki untuk Sumber Daya Air (SDA) hanya sekitar Rp 4 milyar.

" Kalau anggaran hanya Rp 4 Milyar sudah tentu tak mampu untuk melakukan perbaikan terhadap lahan tebing yang kritis tersebut, karena dibutuhkan dana sekitar Rp 122,5 Milyar," ungkap Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kabupaten Kuantan Singingi, H. Azwan, S. Sos, ST melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) H. Erwan, S. Sos, ST ketika dihubungi.

Menurutnya, Sungai Batang Kuantan yang mengalir sepanjang wilayah Kabupaten Kuantan Singingi yakni dari Hulu Kuantan sampai Cerenti, menjadi kewenangan pemerintah pusat, yang disebut dengan Kunaman lintas Sumbar - Riau. Sehingga sangat diperlukan untuk perbaikan melalui anggaran pemerintah pusat.

Dikatakannya, setiap tahun tebing itu mengalami abrasi akibat air sungai yang akan berdampak luas bagi keselamatan penduduk setempat, sehingga masyarakat yang berada di daerah aliran sungai yang mencapai ribuan, objek wisata seperti  arena pacu jalur, kebun nopi dan pinggiran rumah penduduk merupakan tebing kritis yang perlu mendapatkan perhatian serius oleh pusat sehingga tidak berdampak pada kerugian daerah.

" Kalau APBD kita sangat minim, hanya sekitar Rp. 4 Milyar, sedangkan anggaran melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) di bidang SDA hanya sekitar Rp. 19, 4 Milyar," paparnya.

"Akibat lahan kritis yang berada di seluruh kecamatan, lahan ini rawan menyebabkan banjir, longsor dan abrasi hingga masih menjadi polemik besar bagi kehidupan masyarakat selama ini. Sebab, di Kuansing ada 27 desa yang menjadi prioritas pengelolaan lahan kritis yang tersebar di
tujuh kecamatan," tukasnya.


R24/red/zar
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru