riau24 Kasus Penganiayaan, LPSK Minta Polisi Lebih Tegas ke Anggota DPR Ivan Haz | Berita Riau
Senin, 18 Desember 2017

Kasus Penganiayaan, LPSK Minta Polisi Lebih Tegas ke Anggota DPR Ivan Haz

1
Ivan Haz. Foto: Lamhot Aritonang
Berita Riau -  Kasus Penganiayaan, LPSK Minta Polisi Lebih Tegas ke Anggota DPR Ivan Haz

Jakarta, Riau24.com - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) meminta polisi tegas dan cepat dalam menangani kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan anggota DPR Fanny Safriansyah (Ivan Haz). LPSK sejak awal sudah melindungi PRT yang menjadi korban.

"Kami mengimbau pihak kepolisian lebih tegas menghadapi tersangka, harus lebih tegas, mempercepat proses penyidikan, karena semakin lama penyidikan, membuat korban terkatung-katung," kata Ketua LPSK Abdul Haris Semendawai di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (24/2/2016).

Abdul menuturkan bahwa korban berinisial T sebenarnya ingin pulang kampung tetapi khawatir bila dipanggil sebagai saksi. Pihaknya mempertanyakan Ivan Haz yang tidak memenuhi panggilan polisi.

"Waktunya sudah cukup lama. Proses tidak berjalan, masih menunggu surat presiden, sekarang sudah keluar (suratnya), yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan kepolisian," ujarnya.

Saat ini, T berada di rumah aman yang dikelola LPSK. Kondisinya sudah stabil meski ada trauma.

"Masih ada (trauma) secara psikologis, perlahan-lahan bisa diatasi. Mereka memikirkan berapa lama proses hukum berjalan. Bukan hanya korban, kita juga mempertanyakan," ucap Abdul.

Kasus ini bermula pada awal Oktober 2015 lalu ketika T mengaku dianiaya oleh majikannya, Ivan Haz. Ivan Haz sendiri sudah melakukan jumpa pers dan menyebut luka di tubuh T karena jatuh.

Tambahan Anggaran untuk LPSK

Sementara itu dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III, anggaran LPSK menjadi sorotan. Komisi III pun sepakat agar anggaran untuk lembaga ini ditingkatkan.

"Komisi III DPR RI mendukung penyelesaian pembangunan gedung baru LPSK dan mendukung peningkatan anggaran pelayanan perlindungan saksi dan korban," kata Wakil Ketua Komisi III Trimedya Pandjaitan yang memimpin rapat.

Trimedya menjanjikan anggaran LPSK di APBN-P 2016 akan diperhatikan lebih rinci. Selain itu, LPSK diminta lebih proaktif dalam melindungi saksi dan korban, bukan hanya menunggu.

"Meminta LPSK lebih bersikap proaktif dalam memberikan pelayanan perlindungan terhadap saksi dan korban," ujar Trimedya.


R24/dwi/det 

Video Channel Riau24 TV




Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Senin, 06 November 2017 22:37 wib
SABUNG AYAM DAN PACUAN KUDA ======> AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !! [URL=http://www.bolavita.net/register/] https://i.imgur.com/cxXuCWP.jpg
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru