riau24 Sudah 3 Hari Gajah Liar Masuk ke Permukiman Warga, BBKSDA Riau Terjunkan Dua Gajah Jinak | Berita Riau
Minggu, 17 Desember 2017

Sudah 3 Hari Gajah Liar Masuk ke Permukiman Warga, BBKSDA Riau Terjunkan Dua Gajah Jinak

0
Berita Riau -  Sudah 3 Hari Gajah Liar Masuk ke Permukiman Warga, BBKSDA Riau Terjunkan Dua Gajah Jinak
Pekanbaru, Riau24.com- Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menerjunkan dua ekor gajah jinak ke Pekanbaru. Ini untuk mengevakuasi gajah liar yang sudah tiga hari berada di sekitar permukiman penduduk.
 
"Hari ini dua ekor gajah jinak kita tambatkan di lokasi. Ini untuk mengantisipasi agar gajah tersebut tidak masuk ke permukiman penduduk," kata Kepala Bidang Wilayah II BBKSDA Riau, Supartono dalam perbincangan dengan wartwan, Minggu (28/2/2016).
 
Dua ekor gajah jinak, hari ini sudah berada di Desa Limbungan, Kecamatan Rumbai Pesisir, Pekanbaru. Gajah jinak ini didatangkan dari Pusat Pelatihan Gajah (PLG) di Minas, Kabupaten Siak.
 
"Kita baru besok baru akan ambil  keputusan terkait gajah liar tersebut. Apakah akan kita gusur ke habitatnya atau akan dievakuasi," kata Supartono.
 
Dalam catatan BBKSDA Riau, gajah liar yang masuk wilayah kota ini sudah pernah masuk Pekanbaru pada Juli 2015 lalu. Saat itu gajah liar ini berada di Kecamatan Tenayan Raya.
 
"Tahun lalu, setelah kita evakuasi dari Pekanbaru dan kita kembalikan habitatnya. Namun gajah itu tetap berpisah dari kelompoknya," kata Supartono.
 
Pada Desember 2015, lanjut Supartono, gajah ini juga masuk ke permukiman penduduk di Kabupaten Siak. Di Siak, gajah liar jantan ini juga merusak tiga pondok warga.
 
"Gajah ini sejak kita evakuasi tahun lalu, terus dalam pantauan kita. Terakhir dari Siak pada 26 Februari gajah ini masuk wilayah Pekanbaru," kata Supartono.
 
Dari wilayah Rumbai Pesisir, lanjutnya, habitatnya berjarak sekitar 25 Km. Jarak yang begitu jauh dan harus melintasi permukiman dan perladangan, sangat berisiko bila gajah ini digiring gajah jinak untuk kembali.
 
"Jadi kemungkinan, gajah ini akan kita evakuasi, tidak dengan jalan digiring karena terlalu jauh. Begitupun besok baru ada rapat koordinasi dengan berbagai pihak terutama aktivis lingkungan," tutup Supartono.
 
 
 
R24/adi/det
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru