riau24 Plt Gubri Pimpin Rakor Bahas Strategi Gangguan Anarkisme, Radikalisme dan Terorisme | Berita Riau
Sabtu, 16 Desember 2017

Plt Gubri Pimpin Rakor Bahas Strategi Gangguan Anarkisme, Radikalisme dan Terorisme

0
Berita Riau -  Plt Gubri Pimpin Rakor Bahas Strategi Gangguan Anarkisme, Radikalisme dan Terorisme
Pekanbaru, Riau24.com- Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) dengan instansi vertikal, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Bupati/Walikota serta camat se-Provinsi Riau.
 
Rakor tersebut bertemakan strategi dan antisipasi gangguan anarkisme, radikalisme dan terorisme untuk menjaga stabilitas politik, keamanan, hukum dan ekonomi. Acara  yang diselenggarakan di ballroom Hotel Aryaduta Pekanbaru pada Selasa (1/3/2016) digelar sebelum kedatangan Menkopolhukam, Luhut Binsar Panjaitan esok, Rabu (2/3/2016).
 
"Besok akan ada pertemuan dengan seluruh Pemerintah Daerah di Riau Forkopimda, Kepala Desa serta Lurah bersama Pak Menkopolhukam di Labersa Hotel," tutur Andi- sapaan akrab Arsyadjuliandi Rachman saat membuka acara.
 
Selanjutnya, rapat ini juga diisi dengan penyampaian akan adanya potensi anarkisme di Kabupaten/Kota oleh masing-masing Pejabat Derah.
 
Seperti yang disampaikan oleh Bupati Kampar yang diwakili oleh Asisten I Pemerintah Kabupaten Kampar, saat ini terdapat tiga masalah yang akan berpotensi terjadi anarkisme di daerahnya.
 
Pertama, katanya, di daerah Kampar Kiri, terdapat warga yang menjadikan tempat tinggalnya sebagai rumah ibadah. Maka terkait hal ini, pemerintah telah melakukan upaya untuk meminta kepada seluruh pihak agar dapat menahan diri.
 
"Upaya yang kami lakukan ini berujung pada satu kesepakatan, yaitu pemilik rumah tersebut akan menahan diri dan tidak akan membawa umatnya atau orang lain untuk pindah tempat ibadah ke rumahnya kecuali keluarganya. Kini situasi ini sudah kondusif," ucapnya.
 
Potensi kedua yang disampaikannya adalah pada saat pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kampar yang akan dilaksanakan pada 15 Februari 2017.
 
"Lima desa di Kampar berbatasan dengan Kabupaten Rokan Hulu. Meskipun lima desa tersebut telah masuk ke dalam kode wilayah Kampar, namun masih banyak warga di desa ini yang memiliki KTP dengan domisili Rokan Hulu. Ini merupakan potensi konkrit ketika kelak dilaksanakan Pilkada dimana syarat untuk bisa mencoblos adalah dengan membawa KTP Kampar."
 
Terakhir, potensi ketiga yang disinggungnya adalah mengenai batas Kabupaten Kampar dan Kota Pekanbaru. Banyak warga Kampar yang melanggar batas wilayah ini dan memilih untuk masuk ke wilayah administrasi Kota Pekanbaru.
 
Selain itu, juga diwakili oleh  Asisten I, Pemerintah Kabupaten Bengkalis meminta perhatian lebih kepada Pemerintah Provinsi sehubungan dengan letak Kabupaten Bengkalis yang merupakan bagian terluar dari Provinsi riau. Perhatian khusus tersebut terkait dengan potensi masuknya narkoba ke Kabupaten Bengkalis.
 
Berbanding terbalik denga  Pejabat Daerah Kampar dan Bengkalis yang menyampaikan potensi terjadi anarkisme, radikalisme dan terorisme di daerahnya, Pejabat Daerah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) justru mengungkapkan bahwa daerahnya masih aman dan kondusif karena pihak Pemerintah Kabupaten telah melakukan langkah-langkah untuk mencegah potensi yang tak diinginkan tersebut.
 
 
R24/red/uci
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru