riau24 DPR Kritik Syarat Kemenpora untuk Cabut Sanksi PSSI | Berita Riau
Jumat, 25 Mei 2018

DPR Kritik Syarat Kemenpora untuk Cabut Sanksi PSSI

2
Berita Riau -  DPR Kritik Syarat Kemenpora untuk Cabut Sanksi PSSI

Riau24.com - Ketua Komisi X DPR RI, Teuku Riefky Harsya, menilai syarat yang diberikan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk mencabut sanksi PSSI terlalu berlebihan. Dia menilai pemerintah justru tidak menunjukkan niat baik untuk mengakhiri kemelut sepakbola nasional.

Yang paling utama menjadi sorotan Riefky ialah poin ke-8 dari 9 syarat yang diajukan oleh Kemenpora dalam paparannya saat rapat kerja dengan Komisi X, Rabu, 2 Maret 2016.

Di dalamnya tertera PSSI harus mampu membawa tim nasional Indonesia menjadi juara Piala AFF 2016, SEA Games 2017, lolos Pra Kualifikasi Piala Dunia 2018, dan Asian Games XVIII 2018.

Bagi politisi asal Partai Demokrat tersebut, di tengah persiapan yang serba mandek, tentu akan sulit bagi PSSI pimpinan La Nyalla Mattalitti untuk memenuhi target tersebut. Justru, Riefky heran, mengapa pemerintah lebih fokus ke sana ketimbang memikirkan kembali membuat industri sepakbola Tanah Air berjalan.

"Yang kami harapkan ialah pemerintah mau berbesar hati bahwa permasalahan sepakbola nasional sudah berdampak sistemik. Bukan hanya industri sepakbola itu sendiri, tetapi juga mempertaruhkan prestasi bangsa," kata Riefky ketika ditemui di sela rapat kerja.

Menanggapi masalah pelik ini, jika memang nantinya tak kunjung menemukan jalan keluar. Komisi X akan segera membentuk tim guna mengambil peran. Sejauh ini, rapat internal Komisi X akan digiatkan, sambil memantau perkembangan yang ada.

"Kami akan tetap ada rapat intern di Komisi X untuk mencermati perkembangan masalah ini. Kita lihat saja perkembangannya seperti apa," tutur pria asal Aceh tersebut.

Berlarutnya penyelesaian konflik antara Kemenpora dan PSSI dikhawatirkan justru membuat cabang olahraga paling populer di dunia ini tidak akan ada di Asian Games. Sebab, negara lain tentu tak ingin mengambil risiko terkena sanksi FIFA jika tetap nekat tampil.

Dalam aturan yang dibuat otoritas tertinggi sepakbola dunia tersebut, negara anggota tidak boleh melakukan hubungan secara resmi dengan negara yang sedang dijatuhi sanksi. Dengan alasan itulah, maka spekulasi sepakbola tak ada di ajang 4 tahunan tersebut menyeruak.

Bagi Riefky, masalah ini akan menjadi pukulan telak bagi Indonesia. Karena bukan hanya sepakbola saja yang akan menjadi korban, tetapi juga ajang Asian Games itu sendiri. Indonesia sebagai tuan rumah berpotensi kehilangan calon sponsor yang siap memberikan dana besar.

"Kami dengar, sepakbola sendiri pun sekitar 50 persen bisa membantu masalahadvertising. Padahal jika ada down payment dari sponsor bisa membantu persiapan itu sendiri," paparnya. (ase)

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Louisa
Selasa, 17 April 2018 18:56 wib
HOT PROMO DARI P0KERV1TA untuk para member kami : * B0nus Referral 15% Seumur Hidup * Bonus Turn0ver 0,5% * Cashback Setiap Harinya * NO ROBOT & ADMIN * 100% Fair Play Member Vs Member * Proses Withdraw & Deposit Tercepat * Customer Service yang baik dan ramah Contact Us Person : ? LIVECHAT P`O`K`E`R`V`1`T`A .com ? BBM : D88B0154
Nelivera
Minggu, 14 Januari 2018 16:14 wib
Mau main dengan nyaman dan bonus tiap minggu nya mari bergabung bersama kami di BOLAVITA rasakan sensasi casino sesungguh nya dengan pelayanan dari kami :) [URL=http://www.bolavita.net/register/] https://i.imgur.com/Aecil2E.jpg
Nama :
Komentar :
     
Loading...

Berita News24xx

loading...

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru