riau24 Sukseskan KIA, Disdukcapil Rohul Jemput Bola | Berita Riau
Rabu, 13 Desember 2017

Sukseskan KIA, Disdukcapil Rohul Jemput Bola

0
Sekretaris Disdukcapil
Berita Riau -  Sukseskan KIA, Disdukcapil Rohul Jemput Bola

Rohul, Riau24.com - Demi mensukseskan dan menghadapi program Kartu Anak Indonesia (KIA), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Rokan Hulu (Rohul) menerapkan sistem jemput bola. Hal ini bertujuan untuk menggenjot pembuatan Akte Kelahiran sebagai dasar pembuatan KIA.

Sekretaris Disdukcapil Khairul Akmal menjelaskan, di 2016 Rohul sendiri belum menerapkan Program KIA, pasalnya baru hanya 50 kabupaten/Kota se indonesia yang baru menerapkanya. Walaupun begitu, pihaknya akan mempersiapkan dan mensukseskan program KIA.

"Salah satu syarat dalam menerapkan KIA adalah, penerbitan Akte kelahiran anak harus mencapai 75 persen dari jumlah anak yang ada di Rohul. Sementara saat ini kita baru 35 persen," katanya (2/3/2016).

‎Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, pihaknya langsung terjun ke desa-desa untuk mensosialisasikan dan langsung mengurus akte kelahiran bagi masyarakat yang telah memiliki anak. Sehingga penerbitan dan kepemilikan akte kelahiran bisa meningkat.

Diakuinya, salah satu kendala dalam kepemilikan akte ini, dikarenakan masih kurangnya kesadaran masyarakat Rohul untuk melakukan pengurusan Akte kelahiran anaknya. Padahal, akte kelahiran anak sangatlah penting dalam pengurusan apapun.

"Ya untuk menimbulkan kesadaran masyarakat, kita bekerjasama dengan pihak desa dan bidan, kalau ada kelahiran bayi segera melaporkannya untuk dibuat akte kelahiran. Sehingga masalah pembuatan akte kelahiran ini tidak perlu berlarut-larut," jelasnya.

Ia menjelaskan kartu ini diberikan kepada anak mulai dari umur 0-17 tahun. Selain dapat digunakan sebagai kartu identitas, kartu ini dapat memberikan kemudahan bagi para penggunanya.

"Jadi anak lahir itu sudah memiliki NIK (Nomor Induk Kependudukan) melalui kartu itu. Anak-anak yang memiliki kartu ini akan mendapatkan diskon jika membeli buku, kemudahan berobat ke rumah sakit, maupun mendaftar ke sekolah yang baru tanpa harus menunjukkan KK (Kartu Keluarga) dan mengajak orangtuanya," katanya.

Dimana, Program KAI merujuk pada Undang-Undang No 24 Tahun 2013 tentang perubahan UU adminisrtrasi kependudukan data yang digunakan untuk pembangunan demokrasisasi dan pemberdayaan masyarakat. NIK sebagai kunci pembangunan perencanaan dengan bersumber Kemendagri.

Diharapkan dengan adanya keterlibatan dari pemerintah desa, seperti pihak kelurahan maupun kecamatan mampu memberikan pengertian dan pemahaman kepada masyarakat agar lebih terdorong untuk dapat segera membuatkan anaknya KAI.‎


R24/dev/ags 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru