riau24 Sebelum Salim Kancil Dibunuh, Hariono Terima Rp 20 Juta Perbulan | Berita Riau
Sabtu, 16 Desember 2017

Sebelum Salim Kancil Dibunuh, Hariono Terima Rp 20 Juta Perbulan

0
Dari penambangan pasir ilegal itu, per hariya Kades Hariono mampu mengumpulkan uang Rp 14 Juta.
Berita Riau -  Sebelum Salim Kancil Dibunuh, Hariono Terima Rp 20 Juta Perbulan

Surabaya, Riau24.com - Kepala Desa Selok Awar awar non aktif Hariono mengakui, dirinya mendapat penghasilan bersih Rp 20 Juta per bulan dari pengelolaan tambang pasir ilegal.

Pengakuan ini diungkapkan dalam sidang lanjutan kasus Salim Kancil di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Fakta persidangan itu terungkap saat Majelis Hakim Efran Basuning mencecar Hariono dengan sejumlah pertanyaan terkait berapa jumlah uang masuk dan keluar serta peruntukkanya.

Hakim Efran berkali-kali menekankan agar terdakwa berbicara jujur tanpa dibuat-buat karena berada di bawah sumpah.

Akhirnya, Hariono menjelaskan, dalam menggeluti penambangan pasir ilegal itu, per hari mampu mengumpulkan uang Rp 14 Juta. Uang tersebut adalah dari hasil penjualan pasir besi di kawasan tambang itu.

"Per hari rata-rata dapat Rp14 Juta dikalikan 20 Hari," kata Hariono, Kamis (3/3/2016).
Selanjutnya, Hakim Efran menanyakan kembali bahwa uang itu kemana saja serta siapa saja yang menikmatinya. Masuk kantong pribadi berapa.

Hariono menjawab, uang tersebut diakui masuk ke kas desa. Namun sebelum itu juga dibagi-bagi ke beberapa pihak seperti Rp 5 Ribu per rit masuk ke Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).

Kemudian Ketua LMDH Mat Dasir mendapatkan Rp 10 ribu per rit. Ditambah lagi dengan setoran ke sejumlah pihak seperti Camat, Danramil, Kapolsek dan lain-lain.

"Total bersih yang masuk ke kantong saya Rp 20 Juta per bulan," jelas Hariono.

Mendapatkan pertanyaan yang sama, Ketua LMDH Mat Dasir juga mengaku mendapatkan setoran Rp 14 Juta per bulan dari hasil tambang pasir ilegal. Namun, uang tersebut juga dibagi dengan salah satu oknum Perhutani.

"Uang untuk pegawai Perhutani itu diserahkan oleh Hanafi," ujar Mat Dasir.



R24/dev/lip 

Video Channel Riau24 TV




Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru