riau24 Sabu Malaysia Dalam Kemasan Milo | Berita Riau
Senin, 18 Desember 2017

Sabu Malaysia Dalam Kemasan Milo

1
Ilustrasi
Berita Riau -  Sabu Malaysia Dalam Kemasan Milo

Kalimantan Barat, Riau24.com - Penyelundupan Narkoba dari Malaysia terus berulang melalui Kalimantan Barat. Terbaru, sabu seberat 2 kilogram berhasil digagalkan anggota Satuan Tugas Pengaman Perbatasan (Satgas Pamtas), Jumat (4/3) sekitar pukul 15.30.

Kepala Penerangan Kodam XII Tanjungpura Kol Inf Mukhlis mengatakan, penyelundup terdebut diungkap Poskout Satgas Pamtas Yonif 144/JY yang dipimpin Wadansatgas Pantas Yonif 144/JY, Kapten Inf Kunto Wibisono.

“Awalnya Kapten Inf Kunto Wibisono memerintahkan anggotanya melaksana pemeriksaan rutin di depan pos untuk mengecek secara detail setiap kendaraan yang melintasi Poskout,” kata Mukhlis saat dikonfirmasi Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group) melalui telepon.

Sekitar pukul 15.30, anggota Satgas Pamtas melihat mobil Toyota Kijang Innova Nopol B 1968 NKC dari kejauhan. Jalannya zigzag dari arah Entikong menuju Pontianak. Mobil tersebut dikendarai Sudirman, 45, warga Desa Tanjungsari, Kecamatan Tebas, Sambas.

“Hal itu yang membuat anggota piket kita curiga,” jelasnya.

Anggota Satgas Pamtas melakukan pemeriksaan ke mobil yang mencurigakan tersebut. Saat diperiksa, ditemukan dua kilogram sabu. Diduga sabu ini berasal dari Malaysia. “Sabu ini disamarkan dalam wadah minuman jenis Milo. Kemudian disimpan di dashboard mobil,” kata Kapendam.

Mukhlis menegaskan, sopir mobil tersebut langsung ditangkap dan digelandang ke Poskout Satgas Pamtas Yonif 144/JY untuk dilakukan pemeriksaan.

“Masih kita periksa untuk didalami dan kembangkan. Nanti akan kita serahkan ke pihak yang lebih berwenang,” ungkap Mukhlis



R24/dev/jwa 

Video Channel Riau24 TV




Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Rena
Sabtu, 05 Maret 2016 12:16 wib
Harus hati-hati beli susu nih
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru