riau24 Titik Api Terbesar Ada Di Desa Mekar Sari Kecamatan Merbau | Berita Riau
Senin, 18 Desember 2017

Titik Api Terbesar Ada Di Desa Mekar Sari Kecamatan Merbau

1
Berita Riau -  Titik Api Terbesar Ada Di Desa Mekar Sari Kecamatan Merbau
Meranti-Riau24.com- Kini Kebakaran Hutan dan Lahan (Karlahut) terbesar terjadi di lingkungan Desa Mekar Sari Kecamatan Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti. Upaya Pemerintah setempat untuk melakukan pemadaman api disana terkendala sarana dan prasarana, ditambah dengan sulitnya untuk mendapatkan sumber air di Tempat Kejadian Perkara (TKP), menjadi salah satu penyebab sehingga api sulit dipadamkan.
 
 Demikian diutarakan Camat Merbau, Wan Abdul Malik, SPdI saat ditemui Riau24.com di Teluk Belitung, Ahad (6/3/2016) mengatakan, diperkirakan hampir 150 hektar Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) saat ini terjadi di Desa Mekar Sari Kecamatan Merbau.
 
 Camat Kelahiran Teluk Belitung 18 September 1958 itu menuturkan, dari 150 hektar diantaranya, 80 hektar tergolong hutan, sedangkan lahan masyarakat hampir ludes dilalap sijago merah sekitar lebih kurang 70 hektar, dimana pada lahan masyarakat yang terbakar itu sudah ada pokok getah (Karet,red) yang sudah jadi.
 
 Dijelaskannya, kebakaran ini terjadi sejak tanggal 1 Maret 2016 kemarin, diperkirakan sampai hari ini sudah sepekan lalu berlangsung, api masih berkuar dan merambah kearah bagian selatan sana, mengarah Desa Sungai Anak Kamal, katanya.
 
 Diakui mantan Camat Pulau Merbau itu, antusias masyarakat Desa Sungai Anak Kamal sangat bagus dan patut diacung jempol, setelah terjadi kebakaran, Kepala Desa (Kades) Sutarno langsung saya telephone, tidak lama kemudian dia (Kades,red) langsung melakukan rapat bersama warganya disana, dan langsung mengambil kesepakatan, untuk mengantisispasi agar api tidak meluas sampai masuk kearah Desanya.
 
“Siang malam orang itu secara bergantian berjaga dilapangan”, tutur Camat Merbau, wan Abdul Malik.
 
 Camat Merbau yang berusia 58 tahun itu menambahkan lagi, untuk mengantisiapsi agar api tidak meluas, selain mesin robin (pompa,red) air milik pemerintah setempat dan desa, saya juga minta batuan dari pihak perusahan, saat ini dilapangan ada tersedia mesin robin (pompa,red) air sebanyak 20 unit, termasuk mesin robin milik perusahan PT RAPP dan PT EMP Malacca Setrait SA, bebernya.
 
 “Kendati demikian, kendala kita dilapangan terutama sarana dan prasarana, sulitnya untuk mendapatkan api tersebut adalah sumber air yang agak susah sehingga menjadi salah satu faktor kendala untuk melakukan pemadaman Karhutla ini”.
 
Selain dari pada itu, semua anggota Sataun Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Merbau dan anggota kita kerahkan kelapangan semua, untuk dana buat sementara terpaksa kita tanggulangi secara pribadi terlebih dahulu, ini merupakan tanggungjawab kita bersama, aku Wan Abdul Malik menambahkan.
 
 “Selain pihaknya juga, tidak luput dari satuan Polres Kepulauan Meranti bersama personel Polsek Merbau dan TNI Kecamatan Merbau juga turut bersama berupaya melakukan pemadaman api ditempat yang sama, kini penyebab kebakaran belum bisa diketahui secara pasti dan masih dalam penyelidian pihak berwenang”, pungkas Camat Merbau Wan Abdul Malik.
 
 
R24/adi/and
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Syafrizal
Selasa, 15 Maret 2016 21:43 wib
sayang sekali perangkat desa dan masyarakat Mekar Sari tdak tercantum dalam koran. pada hal sejak terjadi kebakaran hutan dan lahan diwilayah Desa Mekar Sari sampai saat ini perangkat desa dan masyarakat tetap berupaya memadam api tsb. dan masing 2 wilayah dusun yang berada di desa Mekar sari semua semua bergotong royong membenting membuat sumur supaya kebakaran tidak melanda di perkebunan dan pemukiman masyarakat desa Mekar Sari.tdd Syafrizal Sekdes Desa Mekar sari.
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru