riau24 "Akan ada Tersangka Baru Kasus Korupsi Embarkasi Haji Riau, ini Setelah Muhammad Guntur"  | Berita Riau
Rabu, 13 Desember 2017

"Akan ada Tersangka Baru Kasus Korupsi Embarkasi Haji Riau, ini Setelah Muhammad Guntur" 

0
Berita Riau -
 
Pekanbaru, Riau24.com - Dugaan kasus korupsi pengadaan lahan di Pekanbaru dengan pembangunan embarkasi haji, yang dianggarkan melalui Pemprov Riau. Dan kasus ini, sudah menetapkan tersangka Muhammad Guntur dikala itu Biro Tata Pemerintahan.
 
Kasus ini ditangani pihak Penyidik Kejati Riau dengan berkat adanya laporan masyarakat. Dimana kala itu, ditahun 2012 Pemprov melalui Biro Tata Pemerintahan ini alokasi anggaran kegiatan pengadaanya tanah (lahan) asrama haji senilai Rp17.958.525.000, di Pekanbaru.
 
Saat ini Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Riau, tetapkan Muhammad Guntur yang sebagai tersangka. Namun, saat ini pihak penyidik memberikan sinyal akan adanya tersangka baru didugaan korupsi pengadaanya lahan untuk pembangunan embarkasi haji ini.
 
Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Hubungan Masyarakat Kejati Riau, Mukhzan melalui selulernya dihubungi terkait ini, mengatakan, bahwa pihak penyidik masih terus berusaha kumpulkan bukti dalam mengembangkan kasus tersebut guna menjerat pihak yang terlibat.
 
"Pihak penyidik masih kumpulkan data. Sehingganya nanti diketahui pihak-pihak lainya dianggap turut bertanggung jawab dalam dugaan korupsi itu. Dalam waktu dekat itu akan ada tersangka baru. Tunggu saja, pasti nanti akan dikabarkan. Jadi sabar dulu yach," sebutnya.
 
Ditanyakan, siapa saja yang bisa menjadi tersangka baru tersebut nantinya ? Dalam hal ini Mukhzan mengatakan, kalau hal ini, bahwa mereka adalah saksi yang pernah diperiksa didalam kasus tersebut. Tapi sambungnya, semua tunggu hasil yang dilakukannya penyidik.
 
Diketahui, bahwa kini Muhammad Guntur ditetapkan oleh penyidik di Kejati Riau ini sebagai tersangka. Yang berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kajati Riau Nomor Print : - 04.a/N.4/ Fd.1/ 05/2015 tanggal 21 Mei 2015. Kasus yang bermula pada tahun 2012 silam.
 
Dimana, ini Pemprov Riau melalui Biro Tata Pemerintahan alokasi ini anggaran Rp17.958.525.000, dan digunakan pada pengadaan tanah asrama haji. Tanah milik warga ini berupa sertifikat tanah, SKT, dan SKGR. Penetapan harga oleh tim penilai (appraisal) ini, bervariasi.
 
Dimana harga tanah itu berkisar antara lainnya Rp320.000 hingga Rp425.000 per meter. Maka pada masalah ini, Penyidik Kejati Riau menduga adanya penyimpangan dalam pembebasan lahan. Hal ini pelanggaran berupa harga tanah dibayarkan tidak berdasar NJOP.
 
R24/rul
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru