riau24 Aduh..Sales Kartu Kredit Gadungan ini Gunakan Uang Haram buat Naik Haji | Berita Riau
Rabu, 13 Desember 2017

Aduh..Sales Kartu Kredit Gadungan ini Gunakan Uang Haram buat Naik Haji

0
Berita Riau -  Aduh..Sales Kartu Kredit Gadungan ini Gunakan Uang Haram buat Naik Haji
Jakarta, Riau24.com - Imam Zahali (31), telah merugikan pihak bank sekitar Rp 250 juta setelah menggunakan kartu kredit nasabah untuk transaksi gesek tunai. Hasil kejahatan itu kemudian dia gunakan untuk kepentingan dirinya, salah satunya menunaikan ibadah haji di Tanah Suci Mekah.
 
"Tersangka Imam mendapatkan pembagian dari hasil kejahatannya. Pengakuannya, uangnya itu dipergunakan untuk naik haji dan dua kali umrah," ujar Kanit II Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Jerry Raymond Siagian kepada detikcom, Minggu (6/3/2016).
 
Jerry mengatakan, tersangka melakukan kejahatannya itu bersama dengan seorang perempuan bernama Vika. Saat ini, Vika masih diburu.
 
"Peran Vika adalah orang yang melakukan transaksi gestun (gesek tunai), membuat KTP palsu dan menghubungi toko untuk gestun. Untuk uang hasil pembagian Vika belum bisa diketahui untuk apa saja karena yang bersamgkutan belum tertangkap," jelas Jerry.
 
Jerry mengungkap, keduanya sudah melakukan penipuan dan penggelapan dana nasabah ini selama 10 kali di Bandung, 1 kali di Jakarta dan 1 kali di Bekasi. Imam mendapatkan bagian sebesar 45 persen dari hasil kejahatannya.
 
"Tersangka Vika mendapatkan 50 persen dari hasil gestun, sedangkan Imam 45 persen dan 5 persennya untuk biaya operasional," imbuhnya.
 
Kedua tersangka mendapatkan data nasabah dengan cara membelinya di internet sebesar Rp 800 ribu untuk 25 data. Dari data tersebut, kedua pelaku kemudian menghubungi korban dengan mengaku sebagai sales kartu kredit dan menawarkan untuk menaikan limit kartu kredit.
 
Korban yang menyetujui, akan didatangi lalu diminta mengisi aplikasi dan membubuhkan tangan. Untuk meyakinkan korban, tersangka kemudian menggunting sedikit kartu kredit tanpa mengenai chipnya. Tersangka kemudian menjanjikan akan mengganti kartu korban dengan yang baru yang limitnya lebih tinggi.
 
Setelah kartu kredit korban didapatkan, tersangka kemudian membuat KTP palsu dengan data-data nasabah agar bisa menggunakan kartu kredit tersebut untuk melakukan transaksi gestun.
 
 
R24/adi/det
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru