riau24 Diskopindag Bakal Bekukan 20 KUD | Berita Riau
Selasa, 06 Desember 2016

Diskopindag Bakal Bekukan 20 KUD

0
Kadis Diskopindag Kabupaten Kuantan Singingi
Berita Riau -  Diskopindag Bakal Bekukan 20 KUD

Kuansing, Riau24.com – Dinas Koperasi dan Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kabupaten Kuantan Singingi mengusulkan sebanyak 20 koperasi unit desa (KUD) bakal dibekukan atau dibubarkan pada tahun 2016 ini.

Dari 90 buah KUD,  20 unit KUD bakal diusulkan untuk dibekukan atau dibubarkan oleh Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop-UKM) karena dinilai kurang aktif. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Koperasi dan Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kabupaten Kuantan Singingi, H. Tarmis, SH, MH melalui Kepala Bidang Koperasi Drs. Yusrizal didampingi Kasubid perkoperasian Hendri Raham, SE ketika dihubungi Riau24.com, Senin (7/3).

Menurutnya, koperasi yang diusulkan tersebut merupakan target Diskopindag untuk diusulkan dibubarkan pada tahun 2016 ini. Jadi terhitung tanggal 8 April 2015 kemarin, bahwa setiap pendirian koperasi/ perubahan Anggaran Dasar (AD) dan pembubaran koperasi kembali ke pusat, sesuai dengan Peraturan Mentri Koperasi dan UKM (Permenkop-UKM) no 10 tahun 2015.

Oleh karena itu, setiap koperasi dimana pun berada dan termasuk di Kabupaten Kuantan Singingi, harus mengadakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) sesuai dengan Undang-Undang Nomor 25 tahun 1992. Sehingga bagi koperasi yang tidak mengadakan RAT tentu saja dinilai tidak aktif, dan bisa dibekukan atau dibubarkan, ujarnya.

Sebab, katanya, sampai saat ini jumlah koperasi yang tercatat di Diskopindag sekitar 275 buah dan sampai tanggal 7 Maret 2016 koperasi yang telah mengadakan RAT hanya sekitar 16 buah. 

“ Namun sebelum dibekukan, hanya saja akan dilakukan verifikasi ulang dan dilihat apakah memang sudah tidak aktif lagi, pengurusnya tidak ada, ataupun plang merek koperasi tidak ada, “ paparnya.

Meski demikian, pihak Diskopindag tidak akan gegabah dalam membekukan suatu koperasi. Karena dikhawatirkan koperasi tersebut masih terbelit hutang ke pihak ketiga (bank). Sehingga itu baru usulan dari Diskopindag pada tahun 2016 sesuai dengan Permenkop-UKM no 10 tahun 2015,” tukasnya.


R24/dev/zar

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru

Versi Mobile

   Riau24.com
                       Informasi Anda Genggam