riau24 Dinas Bina Marga Pekanbaru ini Terancam Dipolisikan, karena Tersandung Pelebaran Jalan Kota | Berita Riau
Selasa, 12 Desember 2017

Dinas Bina Marga Pekanbaru ini Terancam Dipolisikan, karena Tersandung Pelebaran Jalan Kota

0
Berita Riau -  Dinas Bina Marga Pekanbaru ini Terancam Dipolisikan, karena Tersandung Pelebaran Jalan Kota

Pekanbaru, Riau24.com - Terkait pencairan dana dan proyek yang disinyalir belum selesai dikerjakan aatau asal jadi. Dinas Bina Marga (BM) Pekanbaru terancam dilapor pada penegak hukum. Pelaporan ini, dalam halnya pelebaran Jalan Rajawali Sakti-Jalan Bima, berada di Kecamatan Tampan.
 
"Proyek pelebaran Jalan Rajawali Sakti-Jalan Bima di Kecamatan ini dananya telah dicairkan itu hingga 100 persen akhir tahun 2015. Hal ini kenyataannya dilapangan pada pertengahannya di bulan Februari 2016, proyek dari pelebaran jalan masih dikerjakan. Inikan tentunya salah," katanya.
 
Hal ini disampaikan Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dari Forum Pengawasan Pembangunan Indonesia (FPPI), Haryanto kepada wartawan saat di Pekanbaru, Kamis. Ditegaskan dia, menduga bahwa pencairanya dana itu tidak terlepas dari halnya kongkalikong. 
 
"Dilaporkan kepolisi ini, disinyalir mulusnya pencairan dana.untuk proyek tersebut, tidak terlepas itu dari kongkalikong oknum-oknum tertentu. Sehingganya negara ini dirugikan. Padahal, proyek masih dikerjakannya kontraktor CV Arya Techno Consultant. Semestinya, dihentikan," ujarnya.
 
Karena itu sambung dia, pihaknya akan melaporkanya kepada pihak penegak hukum. Yang dilaporkan yaitu CV Arya Techno Consultant, dan PPTK. Karena, diduga sudah melakukan tindakan lawan hukum dengan bersama-sama. Sebab ini menandatangani pencairan dana proyek 100 persen.
 
Kesempatan itu Haryanto, malah menuding PPTK dengan sengaja memberikan perpanjangan waktu pelaksanaan pekerjaan ini kepada kontraktor pelaksana. Padahalkan ini diluar ketentuan akan kegiatan yang diterakan dalan tahun APBD terkait. Inikan, terkesan merubah ini jadi tahun jamak. 
 
Berdasarkan fakta dan temuan itu dilapangan yakni pada tanggal 22 Februari 2016  LSM-FPPI, punya rencana akan melaporkan kepada
Reskrimsus Polda Riau. Di dalam hal ini, LSM-FPPI, mendesak Dit Reskrimsus Polda Riau mengusut tuntas dan lakukan penyelidikkan terhadap dugaan ini.
 
R24/rul
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru