riau24 Plt Gubri Buka Rakor Sinergifitas Penanggulangan "Penyakit Masyarakat" Provinsi Riau Tahun 2016 | Berita Riau
Kamis, 14 Desember 2017

Plt Gubri Buka Rakor Sinergifitas Penanggulangan "Penyakit Masyarakat" Provinsi Riau Tahun 2016

0
Berita Riau -  Plt Gubri Buka Rakor Sinergifitas Penanggulangan
Pekanbaru, Riau24.com- Plt Gubri H Arsyadjuliandi Rachman hadir sekaligus membuka Rapat Koordinasi Sinergifitas Penanggulangan Penyakit Masyarakat Dalam Rangka Optimalisasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Provinsi Riau Tahun 2016. 
 
Pada kesempatan ini juga hadir Kepala Badan Intelijen Daerah Riau, Danrem 031 WB yang diwakil oleh Kapenrem, Ka. Bimas Polresta Pekanbaru, Kepala Badan, Dinas, dan Biro di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau serta Peserta Rapat Koordinasi  Sinergifitas Penanggulangan Penyakit Masyarakat Dalam Rangka Optimalisasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Provinsi Riau dari Kab Kota se Prov Riau.
 
Plt Gubri dalam sambutannya menyampaikan bahwa Rasa aman, tentram dan damai merupakan hal yang mahal dan berharga untuk saat ini. Rekonstruksi sosial dengan memperkuat pranata sosial masyarakat harus menjadi tujuan kita semua. Kepercayaan (Trust) hendaknya menjadi modal sosial yang harus kita anut ditengah keanekaragaman budaya, agama, adat-istiadat, bahasa, maupun perbedaan nilai yang sering kali menjadi bumerang dan sumber konflik di tengah-tengah masyarakat.
 
Kondisi yang kondusif saat ini, menjadi kado bagi kita semua, karena kita dapat berkreativitas, berkarya, tanpa adanya rasa takut akan ancaman, teror yang akan mengganggu jalannya pembangunan di Provinsi Riau. Aktivitas ekonomi, investasi sangat erat kaitannya dengan kondusifitas situasi keamanan dan ketertiban suatu daerah.
 
"Penyakit masyarakat tidak hanya terbatas pada terjadinya tindak kejahatan semata, namun yang berkaitan dengan morality, kemanusiaan, permasalahan Lahan, Perburuhan,  harus menjadi perhatian kita bersama karena ini berpotensi besar dalam menciptakan gangguan keamanan ditengah-tengah masyarakat. Misalnya yang saat ini marak di perbincangkan seperti Lesbi, Gay, Biseksual, Transgender (LGBT), aliran sesat, penistaan agama dan budaya juga hendaknya menjadi hal yang kita cegah,"ujarnya.
 
Pemerintah, aparat keamanan, aparat penegak hukum berkomitmen menanggulangi permasalahan tersebut dengan mengedepankan prosedur, aturan yang berlaku. Namun Sistem kontrol sosial internal masyarakat yang bersifat informal merupakan pendekatan yang sangat efektif untuk menanggulangi hal tersebut. 
 
Pada saat ini kesadaran warga untuk menanggulangi penyakit masyarakat mulai tumbuh berupa munculnya fenomena yang disebut Police Society (Masyarakat Polisi).
 
 
R24/adi
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru