riau24 Waspadai Travel Umroh Nakal, Pemerintah Perlu Ikut Mengawasi | Berita Riau
Kamis, 14 Desember 2017

Waspadai Travel Umroh Nakal, Pemerintah Perlu Ikut Mengawasi

0
Berita Riau -  Waspadai Travel Umroh Nakal, Pemerintah Perlu Ikut Mengawasi
Jakarta, Riau24.com- Melemahnya dolar Amerika Serikat (AS) terhadap mata uang rupiah, membuat ongkos perjalanan umrah ke Mekkah turun signifikan. Imbasnya, animo permintaan (demand) atas paket umrah ikut melonjak.
 
Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Haji Khusus Umrah dan Inbound Indonesia (Asphurindo), Hafidz Taftazani berujar, meski paket umrah semakin banyak, jemaah umrah harus waspada dalam memilih biro perjalanan jika tak ingin bermasalah di kemudian hari.
 
"Tahun lalu dari survei asosiasi kami, tahun lalu sekitar 1.000 orang jemaah jadi korban terlantar. Mulai dari terlantar di Mekkah, gagal berangkat, nggak dapat makan dan hotel, dan ditunda karena perjalanan bermasalah," ungkapnya kepada detikFinance, Minggu (13/3/2016).
 
Menurut Hafidz, besarnya angka jumlah jemaah umrah bermasalah ini lantaran banyak calon jemaah yang sangat berhasrat pergi ibadah, namun kurang teliti memilih agen perjalanan. Sebagian lagi memang karena tergiur harga paket umrah miring.
 
"Ini yang kita paling takut saat demand lagi bagus. Orang naik umrah kan nggak ngenal dia dari kota atau desa, kaya miskin maunya umrah, nggak perlu mereka liburan ke luar negeri. Salah pilih agen akhirnya banyak terlantar di negara lain, batal berangkat, hotel nggak sesuai dan sebagainya," terang Hafidz.
 
Sebagai gambaran, Hafidz menyebutan, harga paket umrah reguler saat ini dipatok rata-rata US$ 1.700 per perjalanan, dan harga paket umrah plus US$ 2.400-2.500. Sementara perjalanan umrah kelas eksekutif di kisaran US$ 2.700-3.000.
 
"Ada tiga kemungkinan paket umrah yang bermasalah, satu karena mereka susah jual jadi banting harga supaya banyak yang daftar. Kemudian kedua karena memang pengelolaannya kurang bagus, ketiga memang mereka niatnya menipu. Artinya kalau harganya jauh di bawah itu yah patut dipertanyakan," pungkasnya. 
 
Pemerintah Perlu Ikut Mengawasi
 
Sebagai negara dengan jumlah populasi muslim terbanyak, wajar jika Indonesia menjadi salah satu negara yang warganya paling banyak terbang ke tanah suci. Ibadah umrah salah satu di antaranya.
 
Kendati demikian, banyak juga agen perjalanan nakal yang memanfaatkan tingginya permintaan paket umrah dengan harga tak masuk akal.
 
Hafidz mengatakan, biro-biro perjalanan nakal selama ini sulit diawasi dan ditertibkan pemerintah. Pertumbuhannya pun bak jamur di musim hujan.
 
"Kenapa susah diawasi? Karena mereka ini banyak nggak terdaftar. Yang terdaftar saja banyak yang tawarkan harga miring dan bermasalah. Bedanya kalau terdaftar resmi bisa langsung dipenalti, nah yang nggak resmi ini bagaimana, dicabut izinnya tapi memang nggak punya izin," jelasnya.
 
"Kemudian jemaah haji mau berangkat, mereka kumpul-kumpul di airport, nggak mungkin orang tanyain satu-satu mau pada kemana. Tahun lalu saja ada 1.000 jemaah yang terlantar," ungkap Hafidz.
 
Meski sudah memakan banyak korban, menurutnya, belum ada langkah tegas pemerintah mengatur biro-biro perjalanan nakal tersebut. 
 
"Kemendag (Kementerian Agama) harusnya juga tegas awasin yang kasih harga paket murah," ujarnya.
 
 
R24/adi/det
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru