riau24 Diskes Riau Lakukan Inventarisir Dampak Kesehatan Akibat Karhutla | Berita Riau
Selasa, 12 Desember 2017

Diskes Riau Lakukan Inventarisir Dampak Kesehatan Akibat Karhutla

1
Berita Riau -  Diskes Riau Lakukan Inventarisir Dampak Kesehatan Akibat Karhutla
Pekanbaru, Riau24.com - Dinas Kesehatan tengah melakukan langkah inventarisir dampak kesehatan akibat kebakaran lahan dan hutan. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan data dan solusi penanganannya.
 
Langkah tersebut dilakukan dengan cara mengintruksikan kepada Pemerintah Kabupaten/Kota untuk aktif mendata daerahnya. Serta memberikan laporan secara berkala ke Dinas Kesehatan Provinsi Riau.
 
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Andra Sjafril di Pekanbaru. Ia mengatakan, instruksi itu sudah disampaikan ke setiap instansi terkait di kabupaten kota masing-masing. 
 
"Langkah antisipasi kami rasa memang sangat diperlukan. Terutama untuk daerah yang memang terdeteksi rawan terhadap ancaman kebakaran lahan dan hutan. Kita tentunya akan inventarisir penyakit yang disebabkan akibat bencana kebakaran hutan dan lahan. Mengingat kebakaran lahan dan hutan di Riau ini selalu terjadi setiap tahun pada musim kemarau seperti saat ini," ujarnya.
 
Mengenai ketersediaan logistik dalam bentuk obat-obatan, Andra menegaskan hal itu tidak menjadi kendala. Pihaknya tidak melihat apakah itu dibutuhkan karena dampak asap dan Karhutla. 
 
Kendati demikian, Andra menilai untuk ketersediaan logistik obat-obatan, akan selalu ada, terutama untuk obat-obatan esensial, misalnya untuk penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA), penyakit kulit, iritasi mata dan lain-lain.
 
 
R24/adi
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Ika
Senin, 14 Maret 2016 09:54 wib
Siap-siap kena ISPA lagi nih
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru