riau24 Bupati Menghadiri Rapat Koordinasi Restorasi Gambut di Jakarta | Berita Riau
Senin, 11 Desember 2017

Bupati Menghadiri Rapat Koordinasi Restorasi Gambut di Jakarta

3
Bupati Bengkalis Amril Mukminin Sedang Berdiskusi dengan Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahmad Saat Menghadiri Rakor Restorasi Gambut, di Auditorium Gedung Wanabakti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Jakarta, Senin (14/3/2016).
Berita Riau -  Bupati Menghadiri Rapat Koordinasi Restorasi Gambut di Jakarta

Bengkalis, Riau24.com - Bupati Bengkalis Amril Mukminin menghadiri Rapat Koordinasi (RAKOR) Restorasi Gambut di Auditorium Gedung Wanabakti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Jakarta.

"Kita sangat mendukung Program Restorasi Lahan Gambut seluas 2 juta hektar yang telah dicanangkan oleh pemerintah pusat. Karena selain untuk memulihkan lahan yang rusak, program ini juga bertujuan untuk mencegah terjadinya kebakaran lahan dan hutan di areal gambut. Sebagai daerah yang memiliki lahan gambut, tentu kita sangat mendukung program restorasi lahan gambut. Namun kita akan tetap melakukan pendataan dan inventarisir lahan yang ada, sehingga tidak bersinggungan dengan masyarakat," ungkap Bupati Bengkalis Amril Mukminin, saat menghadiri Rapat Koordinasi Restorasi Gambut, Senin (14/3/2016).

Dikatakan Amril, program restorasi lahan gambut tidak serta merta menghentikan musibah kebakaran lahan dan hutan. Namun setidaknya, melalui program ini, ada upaya untuk mengembalikan lingkungan di kawasan lahan gambut dan dapat mencegah terjadinya kebakaran hutan terutama saat musim hujan.

Lebih lanjut mantan anggota DPRD Bengkalis ini menegaskan, inventarisis lahan gambut yang ada sangat dibutuhkan, mengingat sebagian besar Kabupaten Bengkalis memiliki lahan gambut yang sudah ditempati dan menjadi areal perkebunan rakyat.

"Hal ini penting, jangan sampai niat baik kita untuk memulihkan lahan gambut berbenturan dengan kepentingan masyarakat. Intinya restorasi ini, agar tidak menimbulkan keresahan warga yang khawatir akan terkena dari program ini,"papar Amril Mukminin.

Menurut Amril, Kabupaten Bengkalis sejauh ini telah upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran lahan dan hutan, diantaranya menyiapkan masyarakat peduli api (MPA), melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pencegahan karlahut dan pembuatan sekat kanal di lahan gambut.
Masalah kebakaran lahan di areal gambut, memang menjadi persoalan bagi daerah, upaya untuk penanggulangannya pun harus dilakukan secara bersama-sama. Karena dampak yang ditimbulkan sangat besar, meliputi semua aspek kehidupan, sehingga semua pihak harus bahu-membahu menyatu tekad untuk mencegah kebakaran lahan dan hutan.

Saat ini, sejumlah kawasan di Provinsi Riau, termasuk Kabupaten Bengkalis tengah dilanda karlahut. Untuk mengatasi masalah ini, Bupati Bengkalis mengintruksikan kepada camat, kepala desa/lurah dan stakeholder terkait untuk terus siaga memadamkan karlahut.
"Kita tidak ingin, Kabupaten Bengkalis dicap sebagai salah satu daerah pengekspor asap. Makanya kita harus bekerja keras melakukan upaya-upaya cepat dalam mengatasi masalah karlahut," pungkasnya.

Rapat Koordinasi restorasi gambut dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan dibuka langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya. Turut dihadiri Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat Basuki Hadimulyono, Menteri Pemerintahan Desa dan Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution.

Selain Bupati Bengkalis Amril Mukminin, turut hadir Plt Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rahmad, Bupati Rohil Suayatno, Wakil Bupati Siak. Sedangkan penjabat dari Pemkab Bengkalis yaitu Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Herman Mahmud, Kepala Badan Lingkungan Hidup Arman AA dan Kepala Dinas Pekerja Umum Muhammad Nasir.



R24/dev/yus

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Ibni
Selasa, 15 Maret 2016 09:14 wib
Api terus...
Sisca
Selasa, 15 Maret 2016 09:14 wib
Kita butuh tindakan cepat pak..jangan lah ada api lagi di riau nih
Ria
Selasa, 15 Maret 2016 09:14 wib
Semoga dengan rapat ini, bisa nambah ilmu. Jgn cuma untuk jalan-jalan saja
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru