riau24 Dugaan Korupsi Pelabuhan Dorak Meranti, Kejati Riau Tetapkan Empat Tersangka | Berita Riau
Selasa, 12 Desember 2017

Dugaan Korupsi Pelabuhan Dorak Meranti, Kejati Riau Tetapkan Empat Tersangka

4
Berita Riau -  Dugaan Korupsi Pelabuhan Dorak Meranti, Kejati Riau Tetapkan Empat Tersangka
 
Pekanbaru, Riau24.com - Kejati Riau saat ini sudah menetapkan empat tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi Pelabuhan Dorak di Meranti. Hal ini dilakukan setelah pihak penyidik Kejati Riau mendalami kasus korupsi di Selatpanjang.
 
Salah satunya itu yang ditetapkan sebagai tersangka adalah mantan Sekdakab Meranti berinisialkan Z. Selain itu, Kejati juga menetapkan tiga tersangka lain. Mereka adalah SI selaku Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Meranti, seorang Kabid berinisial MH, serta AA dari swasta. 
 
"Selain Z, yang diketahui mantan Sekdakab Meranti, penyidik juga sudah menetapkan tiga tersangka lain. Mereka itu adalah SI selaku BPN Meranti, seorang Kabid yang berinisial MH dan AA dari swasta. Penetapan tersangka dilakukan sejak tanggal 1 Maret yang lalu," ujar Pelaksana Harian (Plh) Aspidsus Kejati Riau Rohim.
 
Ditetapkannya keempat orang tersebut sebagai tersangka oleh pihak penyidik Kejati Riau, karena diduga terlibat dalam kasus korupsi ganti rugi lahan Pelabuhan Dorak yang berada di Selatpanjang. Menurut Rohim, penetapan tersangka ini tergolong cepat sejak kasus ditingkatkan ke penyidikan pada  22 Januari 2016 lalu berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: PRIN-02/N.4/Fd.1/01/2016. 
 
Dalam kasus ini, sejumlah pihak telah dimintai keterangannya. Di antaranya, Sekdakab Iqaruddin, mantan Kepala Bagian (Kabag)Tapem yaitu Yuliarso dan pemilik tanah. Dalam proses penyelidikan tersebut, ada sejumlah dokumen yang terkait dengan permasalahan ini sudah disita jaksa.

Dugaan korupsi terjadi karena adanya mark up (menaikkan harga tanah dari harga yang ditentukan) untuk lahan pembangunan pelabuhan.
Hingga berita ini dilansir, pihak penyidik masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut tentang seberapa kerugian yang ditimbulkan bagi negara. Laporan pemerikasaan itu sendiri akan dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Riau.
 
R24/rul
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Andrian
Selasa, 15 Maret 2016 15:58 wib
dasar tikus berdasi
Widodo
Selasa, 15 Maret 2016 15:57 wib
suruh ganti berlipat-lipat dari yang dikorupsinya
Jujur
Selasa, 15 Maret 2016 15:57 wib
jangan beri ampun pak untuk pelaku korup
Rio
Selasa, 15 Maret 2016 15:57 wib
bongkar habis kasus korupsi di riau ini
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru