riau24 Sudah 314,5 Hektar Lahan Terbakar di Dumai | Berita Riau
Kamis, 14 Desember 2017

Sudah 314,5 Hektar Lahan Terbakar di Dumai

3
Ilustrasi
Berita Riau -  Sudah 314,5 Hektar Lahan Terbakar di Dumai

Dumai, Riau24.com – Hingga 10 Maret 2016, saat ini ada 314,5 Hektar lahan yang terbakar di Kota Dumai. Jumlah lahan yang terbakar ini meningkat drastis. Pasca penetapan status siaga darurat kebakaran lahan di Dumai pada 4 Maret 2016 silam.

Data dari Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Kota Dumai awalnya hanya tercatat 149 hektar. Tapi ternyata kebakaran lahan terus meluas di beberapa titik di Kota Dumai. Terutama pada rentang 11 Februari 2016 hingga 10 Maret 2016.

“ Jumlahnya sangat signifikan. Maka tim gabungan saat ini terus berupaya, agar kebakaran lahan tidak meluas,” ungkap Kepala Distanbunhut Kota Dumai, Dwi Orisyawan kepada wartawan, kemarin.

Ia menjelaskan, ada 100 hektar lahan konservasi yang terbakar dari total lahan terbakar sejak awal tahun 2016 ini. Terutama yang masuk dalam Hutan Wisata Sungai Dumai. Kawasan Hutan tersebut memiliki luas keseluruhan mencapai 4712,5 hektar.

Hutan Wisata Sungai Dumai ini membentang di dua kecamatan di Kota Dumai yakni Medang Kampai dan Dumai Timur. Sedangkan wilayahnya berada di tiga kelurahan yakni Mundam, Tanjung Palas dan Bukit Batreem.
“ Ini sangat miris, sebab kawasan hutan konservasi adalah status paling tinggi di dalam status kawasan hutan,” kata pria berkacamata itu.
Selain itu, lahan yang terbakar akibat kebakaran lahan juga berupa lahan kosong, bekas lokasi penebangan, Ladang Karet, Ladang Nenas hingga Ladang Sawit. Sedangkan lokasi terparah menyebar di tiga kecamatan.

Untuk di wilayah kebakaran terbesar, sebut Wawan panggilan akrab Kadistanbunhut Kota Dumai ini, berada di Kecamatan Medang Kampai dan Kecamatan Dumai Timur. Sebab yang terbakar adalah lahan yang berada di Kelurahan Mundam (Kecamatan Medang Kampai) dan Kelurahan Tanjung Palas (Kemcatan Dumai Timur). Total lahan yang terbakar dan masuk dalam hutan konservasi ini mencapai 100 hektar.
“ Lalu yang terkena dampak parah lainnya yakni di Kelurahan Gurun Panjang, Kecamatan Bukit Kapur mencapai 20 hektar,” terangnya.
Lebih lanjut, kata Wawan, pihaknya memastikan saat ini belum ada lahan yang dikelola perusahaan yang mengalami kebakaran. Maklum sejak awal tahun seluruh perusahaan tersebut sudah berkomitmen dalam melakukan kontrol ketat dan patroli di lahan perushaan.

Seperti pihak Diamond Raya Timber izin yang memegang Izin Hutan Alam. Lalu Suntara Gaja Pati (SGP), Ruas Utama Jata (RUJ) dan Arara Abadi. Ketiganya merupakan perusahaan pemegang Izin Hutan Tanaman Industri (HTI).
“ Kita pastikan belum ada lahan perusahaan yang terkena dampak kebakaran lahan. Sebab kita sudah tegaskan, bila muncul gejala kebakaran, segera padamkan,” tegasnya.
Terakhir Wawan menyebutkan, data ini adalah hasil estimasi petugas Distanbunhut yang melakukan pendataan terhadap bekas kebakaran lahan. Ada juga tim yang diperkuat 35 personel yang membantu proses pemadaman dan logistik.

“ Pasca ditetapkan status siaga darurat, tentu kami lebih intens ikut dalam penanggulangan dampak kebakaran lahan,” pungkasnya.


R24/dev/dik 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Naomi
Selasa, 15 Maret 2016 15:50 wib
koq ga sadarlah ya orang orang yang bakar hutan nih.. dia juga tuh yang hirup asap nanti
Werin
Selasa, 15 Maret 2016 15:50 wib
Tunggu habis hutan baru ga ada lagi asap di riau
QUENSHA
Selasa, 15 Maret 2016 15:49 wib
hABISLAH hutan di riau dibakar
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru