riau24 Plt Gubri : Saya Malas Didemo Terus Soal Migas | Berita Riau
Minggu, 11 Desember 2016

Keluhkan Pengembangan SDA Sektor Energi,

Plt Gubri : Saya Malas Didemo Terus Soal Migas

2
Berita Riau -  Plt Gubri : Saya Malas Didemo Terus Soal Migas
Pekanbaru, Riau24.com- Pada rapat koordinasi dan supervisi sektor energi bersama KPK dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Pelaksana Tugas Gubernur Riau, Arsyadjulaindi Rachman, mengemukakan lima pokok persoalan yang saat ini dihadapi Riau dalam melakukan pengembangan pemberdayaan Sumber Daya Alam (SDA) sektor energi.
 
Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) ternyata menjadi masalah paling utama yang saat ini tengah membelunggu pengembangan investasi di Bumi Lancang Kuning.
 
"Kami minta bantu, bagaimana masalah RTRW Riau ini bisa segera selesai," pinta Plt Gubri, Kamis (17/3/2016), di Gedung Daerah, Pekanbaru, Riau.
 
Selain soal RTRW, masalah energi Riau saat ini juga dihadapkan dengan belum terpenuhinya kebutuhan energi. Sementara ketersedaan energi sumber daya alam tersebut sangat melimpah. Hal ini dianggap menjadi poin penting untuk jadi bahan pertimbangan, mengingan potensi SDA di daerah lain justru mengalami kekurangan sumber energi.
 
Selain itu, soal perencanaan penggunaan koridor utilitas terintegrasi antara Kota Pekanbaru, Duri, Dumai, yang akan dihubungkan oleh jalur tol dan kereta api, juga menjadi hambatan, karena sampai saat ini belum berjalan proses pembangunan itu. "Termasuk kendala air, listrik dan pipa gas," ujarnya.
 
Andi Rachman sapaan akrab Plt Gubri juga  menyebutkan, belum lagi masalah tidak terkoordinasi dengan baik perizinan sektor ESDM antara pusat dan daerah. Serta masih adanya ketimpangan hak daerah dalam pengelolaan sumber daya alam sektor energi.
 
"Informasi terakhir yang saya terima, Riau ini ada 200 lebih pabrik kelapa sawit. Ada 100 PKS saja ikut dalam membangun kelistrikan maka sudah cukup untuk menutupi kekurangan listrik di Riau," sambungnya.
 
Menurutnya, jika hal ini mampu direalisasikan secara baik, tentu rasio elektrifikasi kelistrikan akan meningkat dan kemakmuran masayarakat akan kebutuhan dasar bisa tercapai. Dengan demikian Riau bisa mengikuti perkembangan wilayah kerja secara baik.
 
Paling mengganjal di pikiran Andi Rachman sebenarnya adalah ketimpangan soal pengelolaan Dana Bagi Hasi dan perhitungannya. "Masyarakat menuntut transparan. Saya malas didemo terus soal Migas," cetusnya.
 
Termasuk juga pengelolaan Migas di sektor hulu. Pemprov Riau butuh angka pasti tentang kejelasan hasil pengelolaan itu. Dan Andi Rachman mengaku bahwa Pemerintah Riau tidak pernah dapa angka itu. Tututannya hanya sebatas transparansi.
 
"Apalagi dalam situasi saat ini, beban Riau semakin bertanbah dari sisi jumlah penduduk yang sudah menyentuh angka 200 ribu jiwa. Hal ini akan sangat memberi dampak terhadap pendidikan, kesehatan dan kebutuhan lapangan kerja bagi masyrakat yang sangat bergantung pada Migas,"tutupnya.
 
 
R24/adi
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Reynold
Kamis, 17 Maret 2016 16:37 wib
betul itu. ga mungkin ada asap kalau tidak ada api
Bambang
Kamis, 17 Maret 2016 16:36 wib
kalau ga mau didemo, kerja yang bagus pak
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru

Versi Mobile

   Riau24.com
                       Informasi Anda Genggam