riau24 Teman Ahok Bermarkas di Perumahan Pemda DKI, Bagaimana Ceritanya? | Berita Riau
Minggu, 11 Desember 2016

Teman Ahok Bermarkas di Perumahan Pemda DKI, Bagaimana Ceritanya?

0
Berita Riau -  Teman Ahok Bermarkas di Perumahan Pemda DKI, Bagaimana Ceritanya?
Jakarta, Riau24.com - Kelompok pendukung bakal calon gubernur petahana Basuki T Purnama (Ahok) yang tergabung dalam Teman Ahok memang bermarkas di perumahan milik Pemerintah Daerah DKI, yakni Graha Pejaten. Bagaimana bisa pendukung Gubernur DKI untuk Pilgub 2017 punya markas di aset milik Pemda DKI?

Chief Executive Officer (CEO) Cyrus Network Hasan Nasbi menjelaskan bahwa dirinyalah yang menyediakan markas Teman Ahok itu. Markas itu terletak di Graha Pejaten IV Nomor 3, Jakarta Selatan, alias mepet dengan rumah Hasan Nasbi.

"Ya betul (perumahan Graha Pejatan memang milik Pemda DKI). Tapi kan Pemda kasih pengelolaannya ke pihak swasta. Kami semua yang sewa di sana bayar ke perusahaan pengelola," tutur Hasan kepada detikcom, Minggu (20/3/2016).

Hasan sudah lama menempati rumah di Graha Pejaten sebagai hunian, sejak 2011 saat DKI dipimpin Gubernur Fauzi Bowo. Saat itu, perumahan Graha Pejaten banyak diisi perkantoran.

"Waktu Pilpres 2014, saya sewa satu bangunan lagi untuk gudang logistik. Tapi pengelola minta sewanya dua tahun. Ya sudah, sehabis Pilpres itu bangunan tak terpakai," kata Hasan.

Hasan kadung memperpanjang kontrak sewa rumah Graha Pejaten IV Nomor 3 itu untuk 2014 sampai 2016. Memang awalnya, yakni saat suasana Pilpres 2014, rumah itu dipakai untuk menyimpan keperluan logistiknya. Namun selepas Pilpres, rumah itu menjadi tak terpakai. Daripada mubazir, toh juga sudah dibayar uang sewanya sampai 2016, maka Hasan memberikan tempat itu untuk markas Teman Ahok.

"Waktu Teman Ahok mau beraktivitas, ya suruh mereka pakai saja. Toh mereka juga enggak ada uang buat sewa sekretariat. Itu yang mereka tempati sekarang. Letaknya persis di sebelah kantor saya (Cyrus Network)," tutur Hasan.

Hasan menjelaskan, urusan sewa-menyewa rumah di Graha Pejaten tidaklah langsung dilakukan ke Pemda DKI, melainkan lewat perusahaan swasta yang mengelola aset Pemda DKI itu. Jadi, Hasan membayar ke perusahaan swasta tanpa berurusan dengan Pemda DKI.

"Nama perusahaannya PT Griya Berlian. Waktu saya sewa pertama kali, pengelolaannya PT Sarana Jaya. Tahun 2012, pengelolaannya berpindah ke PT Griya Berlian," tutur Hasan.

R24/uci/det
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru

Versi Mobile

   Riau24.com
                       Informasi Anda Genggam