riau24 Pungli di Sekolah, Melanggar Permendikbud | Berita Riau
Jumat, 15 Desember 2017

Pungli di Sekolah, Melanggar Permendikbud

2
Ilustrasi
Berita Riau -  Pungli di Sekolah, Melanggar Permendikbud

Inhu, Riau24.com - Diduga salah satu sekolah di Rengat, Indragiri Hulu (Inhu) Riau melakukan pungli dengan alasan untuk pembayaran administrasi perkantoran.
Pihak sekolah memungut dana sebesar Rp 2.045.000 (untuk siswa laki-laki), dan Rp2.085.000 (untuk siswa perempuan). Ditambah lagi dengan adanya uang pendaftaran sebesar Rp50.000/siswa.

" Hal ini sudah tentu bertentangan dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) RI No.45/2014 pasal 4 ayat 1", tutur Pak Bujang, salah seorang warga Inhu ketika dimintai keterangan tentang adanya pungutan liar di sekolah.

“Berdasarkan Permendikbud bahwa pengadaan seragam dapat dilakukan oleh orang tua masing-masing siswa dan dapat dibeli dimana saja tanpa ada ketentuan harus membeli ditempat tertentu” paparnya.

Meski sudah ada larangan seperti itu, beberapa sekolah masih melakukan pelanggaran tersebut. Adanya peraturan dari pihak komite sekolah  yang sengaja mewajibkan orang tua untuk membeli seragam di sekolah masih menjadi salah satu kendala orang tua untuk dapat membeli seragam di tempat lain.
Sebagai pengawas pendidikan di tingkat Kabupaten, Disdikakan harusnya semakin ketat dalam mengawasi dimulai dari proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) hingga pengadaan seragam di sekolah negeri. Pengadaan seragam oleh pihak sekolah memang dilarang, namun larangan itu dapat ditolerir jika pihak sekolah berkoordinasi dengan orang tua siswa.

Yang terpenting, jika pengadaan seragam ditanggung oleh orang tua siswa, dari pihak sekolah harus memberikan kriteria-kriteria seragam yang harus dipenuhi.

“Dari jenis kainnya, bentuk jahitannya, maupun atributnya. Kalau untuk masalah atribut, pihak sekolah bisa mengusahakan. Dari pihak sekolah hendaknya memberi contoh seragam sebanyak satu set untuk dijadikan acuan bagi orang tua dalam membuat seragam anak-anaknya,” pungkas Pak Bujang mengakhiri pembicaraan.



R24/dev/hmn

 

 

 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Mikha
Senin, 21 Maret 2016 17:25 wib
pemerintah jangan tutup mata donk
Joko
Senin, 21 Maret 2016 17:25 wib
kasihan sekali orang tua siswa yang tidak mampu
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru