riau24 Dampak APBD Rohul Belum Disahkan‎, RSUD Rohul Kesulitan Bayar Utang Obat | Berita Riau
Senin, 18 Desember 2017

Dampak APBD Rohul Belum Disahkan‎, RSUD Rohul Kesulitan Bayar Utang Obat

4
Berita Riau -  Dampak APBD Rohul Belum Disahkan‎, RSUD Rohul Kesulitan Bayar Utang Obat

Rohul, Riau24.com - Hingga saat ini 21 Maret 2016, Anggaran Pembelanjaan Daerah (APBD) Rokan Hulu (Rohul) 2016, juga tak kunjung disahkan oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat daerah (DPRD) Rohul.

Dampak dari belum disahkannya APBD Rohul 2016, banyak program Pemkab Rohul belum berjalan, bahkan pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasirpangaraian mengaku, banyak kendala yang dihadapi dalam memberikan pelayanan yang maksimal kepada para pasien.

"Akibat dengan belum disahkannya APBD Rohul, saat ini kita kesulitan membayar utang obat. Dan memberikan pelayanan yang maksimal," ucap Wildan, saat dimintai keterangan.

Ia menambahkan, dengan sulitnya membayar utang obat, dirinya berharap masyarakat bisa memahaminya, bila resep obat dari dokter ke pasien terpaksa dibuat untuk beli di aoptik luar RSUD saat ini.

"Sistem kita, yakni belanja obat dengan berutang dan apa yang dibutuhkan di RSUD kita ambil dulu, dengan belanja tanpa lelang dengan batas waktu pembayaran obat 60 hari (2 bulan red).

Namun saat ini, pihaknya, sudah masuk bulan ke tiga, namun hingga kini APBD Rohul 2016 belum disahkan sehingga belum bisa membayarkan utang obat tersebut.

Wildan menjelaskan, kebutuhan obat di RSUD sangat penting sekali dalam memenuhi pelayanan kesehatan bagi pasien. Pihaknya sendiri, sudah menyediakan obat-obatan sendiri, sehingga selama ini pasien tidak lagi membeli obat melalui resep dokter. Namun karena pihaknya masih memiliki utang, sehingga pasien terpaksa harus membeli obat di apotik luar jika di apotik RSUD tidak tersedia.

"Kita berharap APBD Rohul 2016 bisa segera disahkan, sehingga nantinya bisa membayar utang obat yang sudah kita sediakan di RSUD Pasir Pangaraian. Apalagi batas waktu yang diberikan untuk utang belanja obat hanya 60 hari," harapnya.

Sementara, dengan belum disahkanya APBD Rohul juga berdampak pada gaji pegawai honorer di lingkungan Pemkab Rohul. Pria yang tidak mau namanya disebutkan tersebut mengaku sudah tiga bulan tidak menerima gaji terhitung sejak Januari 2016.

"Kebutuhan semakin banyak, gaji tak keluar-keluar. Mau makan apa kami pak. Tolonglah disahkan APBD itu biar kami bisa memenuhi kebutuhan hidup kami," imbuhnya.

Dirinya juga menjelaskan, demi memenuhi kebutuhan keluarganya, dirinya harus mengutang dengan kerabat, dan tetangganya. Sehingga dirinya berharap, DPR bisa segera mengesahkan APBD.



R24/dev/ags

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Pengamat rohul
Selasa, 22 Maret 2016 15:28 wib
lah gilo.. uran yg ngurusin rohul kooo... ingek tuhan kawannn
Con
Selasa, 22 Maret 2016 15:23 wib
poniang dewan tu
Budi
Senin, 21 Maret 2016 17:16 wib
apa pula kisah nih sampai tak diturunkan juga apbd ? dah bulan berapa ini ?
Bunga
Senin, 21 Maret 2016 17:16 wib
kemana ni para pejabat ?? apa kerjanya ??
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru