riau24 Penegak Hukum Diminta Usut Tingginya Uang BP3 di SMK N 1 Rengat | Berita Riau
Minggu, 17 Desember 2017

Penegak Hukum Diminta Usut Tingginya Uang BP3 di SMK N 1 Rengat

0
Berita Riau -  Penegak Hukum Diminta Usut Tingginya Uang BP3 di SMK N 1 Rengat

Inhu, Riau24.com - Era reformasi tidak selamanya menjanjikan perubahan yang berarti bagi orang miskin khususnya untuk dunia pendidikan. Bukannya perubahan untuk meringankan beban biaya pendidikan yang didapat, namun justru jeritan hati nurani orang miskin untuk menempuh pendidikan.

Pasalnya pungutan uang pendidikan semakin mencekik. Seperti uang Komite dengan dalih uang BP3. Hal tersebut juga terjadi di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Rengat (SMK N 1 Rengat), Indragiri Hulu (Inhu), Riau. Demikian diungkapkan salah seorang pegiat LSM, pak Yoveldi.

Katanya, padahal pada tahun 2015 saja, setiap sekolah mendapatkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Rasa simpatinya tehadap masalah ini, masih tingginya biaya pendidikan, khususnya bagi para siswa/I SMK Negeri 1 Rengat.

Uang BP3 yang harus dibayarkan setiaps siswa SMK N 1 Rengat bervariasi sesuai jurusan dan atau kelasnya. Diduga mulai Rp 145,000 sampai dengan Rp 170,000/siswa/bulan.

Siswa/I di SMK N 1 Rengat tahun 2016 saja mencapai 900 orang lebih.
Jika rata-rata siswa/I misalkan harus membayar Rp160,000/siswa/bulan dikalikan dengan 900 siswa/I sama dengan Rp 144,000,000.
Maka Rp 144,000,000 x 12 bulan = Rp 1,728,000,000 setahun.

Kalau untuk gaji guru honor komite sudah dianggarkan dalam dana BOS. Guru honor di SMK N 1 Rengat lebih kurang 50 orang. Nah kalau 50 orang guru honor x gajinya Cuma Rp250,000/orang = Rp12,500,000/bulan.

Sangatlah ironis sekali ungkap Yoveldi, misalnya tahun 2015 saja setiap sekolah telah mendapatkan dana BOS dari pemerintah SLTA yang ada mendapatkan bantuan dana BOS sebesar Rp 100.000 per bulannya.

“Jadi, setiap siswa saat ini telah dibantu biaya operasional sekolahnya oleh pemerintah sebesar Rp 1.200.000 per tahun. Penegak hukum harus segera mengusut hal ini apakah ini korupsi atau pemerasan,” serunya mengakhiri.


R24/dev/hmn

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru